Peserta JKN Diharap Manfaatkan Layanan FKTP Sebelum ke Rumah Sakit
BPJS Kesehatan Pamekasan, Madura gencar mengedukasi peserta JKN mengenai pentingnya memanfaatkan layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Taufiq Rochman
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - BPJS Kesehatan Pamekasan, Madura gencar mengedukasi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengenai pentingnya memanfaatkan layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam mengakses kesehatan.
Hal ini merupakan salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk meningkatkan pemahaman bahwa sebanyak 144 penyakit dapat diselesaikan langsung di FKTP.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Nuzuludin Hasan menjelaskan, 144 penyakit merupakan kompetensi dasar yang telah dimiliki oleh dokter umum setelah lulus pendidikan.
Penyakit tersebut sudah bisa ditangani secara mandiri oleh dokter di FKTP sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Prinsipnya, jika peserta datang ke FKTP dengan salah satu dari 144 penyakit tersebut, maka dokter sudah memiliki kompetensi untuk menangani hingga tuntas.
"Namun jika terdapat kondisi tambahan seperti membutuhkan tindakan cepat, gawat darurat atau diagnosis spesifik lainnya, maka peserta akan tetap bisa dirujuk ke rumah sakit,” kata Nuzul, Kamis (24/7/2025).
Ia menambahkan bahwa BPJS Kesehatan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun fasilitas kesehatan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam alur pelayanan.
Menurutnya edukasi ini sangat penting agar masyarakat tidak langsung datang ke rumah sakit tanpa melalui FKTP terlebih dahulu.
“Kami rutin menggelar pertemuan dengan fasilitas kesehatan sebagai upaya penyamaan persepsi. Hal ini sangat penting agar tidak muncul anggapan bahwa layanan di rumah sakit lebih baik terkait 144 diagnosa. Padahal di FKTP juga mempunyai kemampuan untuk menangani 144 diagnosa,” ungkapnya.
Nuzul menegaskan bahwa sistem penanganan berjenjang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan.
Dengan memanfaatkan FKTP, peserta dapat mengakses layanan kesehatan lebih cepat, dekat, dan sesuai dengan kebutuhan medisnya.
“Masyarakat sebaiknya langsung mendatangi FKTP baik itu dokter keluarga, puskesmas, maupun klinik sebelum mendatangi rumah sakit. Dokter di FKTP sudah dibekali kompetensi 144 penyakit dan dapat menangani dengan maksimal,” jelas Nuzul.
Ia juga menambahkan bahwa BPJS Kesehatan terus berkomitmen dalam mendekatkan layanan kepada peserta, salah satunya dengan memperkuat peran FKTP di setiap wilayah.
Dengan layanan yang semakin baik, diharapkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap FKTP juga meningkat.
| Kunci Kebangkitan Arema FC Kembali ke Jalur Positif setelah Melewati 5 Laga Tanpa Kemenangan |
|
|---|
| Produsen Kerupuk Blitar Menjerit, Harga Plastik dan Minyak Goreng Naik Bersamaan |
|
|---|
| Cucu Pendiri NU Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU, Jalin Komunikasi dengan Jajaran Daerah |
|
|---|
| Harga Plastik Naik Sampai 100 Persen, Pedagang dan PKL di Lamongan Galau |
|
|---|
| Hits Chicken Samudra Tuban Terbakar, Diduga Dipicu Karyawan Lupa Matikan Kompor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Ketua-Ikatan-Dokter-Indonesia-IDI-Kabupaten-Pamekasan-Tri-Susandhi-saat-diwawancara.jpg)