Sabtu, 23 Mei 2026

Miris! 600 Ribu Penerima Bansos Terindikasi Main Judi Online

Uang negara yang seharusnya menjadi penopang hidup rakyat kecil justru dibakar di meja judi online.

Tayang:
Istimewa
ILUSTRASI JUDI ONLINE 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Pramita Kusumaningrum 

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Uang negara yang seharusnya menjadi penopang hidup rakyat kecil justru dibakar di meja judi online.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat mengungkap bahwa lebih dari 600 ribu penerima bantuan sosial (bansos) diduga menyalahgunakan dana untuk bermain judi online.

Hal itu diungkap Gus Ipul saat Pilar Sosial di Graha Watoe Dakon, Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo, Jalan Pramuka, Ponorogo, Jatim, Senin (4/8/2025).

“Jadi ga bisa digunakan seenaknya, (dana bansos) apalagi buat judol. Sedih juga saya."

"Juga prihatin ada 600 ribu lebih penerima bansos yang diindikasi pemain judol. Itu kan memprihatinkan,” ungkap Mensos Gus Ipul.

Baca juga: Nasib Penerima Bansos Jika Ketahuan Main Judol, Mensos Gus Ipul Bisa Lacak, Blacklist?

Dia mengatakan bahwa dalam pilar sosial mengajak untuk memahami program Presiden RI Prabowo Subianto dengan baik sehingga nanti bisa mengimplementasikan.

“Bisa gerak di lapangan sejalan. Ada hal-hal yang khusus di era pak presiden ini (Presiden Prabowo Subianto) misalnya penguatan pada pemberdayaan,” katanya.

Mensos Syaifullah Yusuf di Graha Watoe Dakon, Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo
PRIHATIN - Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf di Graha Watoe Dakon, Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo, Jalan Pramuka, Ponorogo, Jatim, Senin (4/8/2025). Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf merasa prihatin bahwa ratusan penerima bantuan sosial (bansos) diduga memanfaatkannya untuk judi online (judol).

Jangan sampai, kata dia, larut dalam pemberian bansos, itu satu hal.

Lebih dari itu mereka harus berdaya. Itu yang harus dipahami.

“Presiden membentuk kementerian koordinator pemberdayaan masyarakat karena betapa pemberdayaan ini menjadi penting,” terangnya.

Untuk penerima bansos usia produktif dilakukan evaluasi setiap 5 tahun sekali. Layak untuk naik kelas atau tidak.

“kalau iya kita pindahkan ke produk pemberdayaan. Kalau enggak ya tetep dikasih bansos,” tambah mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

Menurutnya, bahwa Bansos yang lebih penting lagi jelas peruntukannya. Tidak ada yang dikasih terus bisa digunakan seenaknya. 

Contohnya Bansos diberikan Rp 750 ribu per 3 bulan untuk ibu hamil.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved