Sabtu, 30 Mei 2026

Iduladha 2026

Daging Kambing Tak Selalu Picu Kolesterol, Ini Fakta dan Cara Aman Mengonsumsinya Saat Iduladha

Daging kambing ternyata lebih rendah lemak dan kolesterol dibanding sapi. Simak fakta hingga cara aman mengonsumsinya saat Iduladha.

Tayang:
Penulis: Mauidhotun Nisa | Editor: Dwi Prastika
TribunMadura.com/Mauidhotun Nisa
DAGING KAMBING - Meski sering dikaitkan dengan kolesterol dan darah tinggi, pakar menyebut daging kambing justru rendah lemak jika diolah dengan tepat, Kamis (28/5/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Daging kambing disebut memiliki kadar kolesterol dan lemak jenuh lebih rendah dibandingkan daging sapi, sehingga dinilai lebih sehat jika diolah dengan tepat.
  • Dokter dan pakar kesehatan menegaskan anggapan daging kambing memicu darah tinggi lebih dipengaruhi bumbu, garam, santan, dan cara memasak.
  • Agar lebih sehat, daging kambing disarankan dimasak dengan cara dipanggang atau direbus serta dipadukan dengan sayuran dan rempah alami.

TRIBUNMADURA.COM - Daging kambing menjadi salah satu bahan makanan yang banyak diolah masyarakat Indonesia, terutama saat momen Hari Raya Iduladha, Jumat (29/5/2026).

Beragam hidangan khas Nusantara seperti sate kambing, tongseng, gulai hingga tengkleng hampir selalu hadir di meja makan keluarga pada momen Idul Kurban.

Namun di balik popularitasnya, daging kambing masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan negatif, mulai dari memicu tekanan darah tinggi hingga menyebabkan kolesterol melonjak.

Padahal, sejumlah pakar kesehatan menyebut anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Jika dikonsumsi dengan cara yang tepat dan dalam jumlah wajar, daging kambing justru memiliki kandungan gizi yang cukup baik bagi tubuh.

Berikut rangkuman fakta seputar daging kambing yang dihimpun Tribunnews.com dari berbagai sumber.

Pakar ilmu keperawatan Universitas Airlangga Surabaya, Dr Abu Bakar menjelaskan, kadar kolesterol pada daging kambing ternyata lebih rendah dibandingkan daging sapi.

Bahkan, ia menyebut kandungan kolesterol pada daging ayam dalam beberapa kondisi bisa lebih tinggi daripada daging kambing.

Karena itu, anggapan bahwa daging kambing otomatis berbahaya bagi penderita kolesterol dinilai kurang tepat.

Faktor yang lebih perlu diperhatikan justru terletak pada cara pengolahan makanan tersebut.

Penggunaan garam, minyak berlebih hingga santan dalam proses memasak dapat memengaruhi kadar lemak dan kolesterol pada hidangan berbahan dasar kambing.

Baca juga: Hukum Jual Daging Kurban Iduladha, Simak Penjelasan Wakil Ketua MUI Jombang

Mitos Daging Kambing Sebabkan Darah Tinggi

Anggapan bahwa daging kambing dapat memicu hipertensi juga masih dipercaya sebagian masyarakat.

Padahal, dikutip dari tayangan Youtube Tirta PengPengPeng, dokter sekaligus influencer kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta menyebut hal tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh bumbu masakan dibandingkan dagingnya.

Menurutnya, olahan kambing seperti sate dan tongseng umumnya menggunakan kecap, garam dan penyedap dalam jumlah cukup tinggi.

Kombinasi inilah yang berpotensi memicu tekanan darah meningkat setelah makan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved