Berita Sampang

Dari Hobi Jadi Prestasi, Ring Ababil Bird Farm Sampang Sukses Tembus Pasar Internasional

Bermula dari hobi masa kecil, KH. Abdul Aziz Ali, warga Desa Duleng, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Januar
TribunMadura.com/ Hanggara
BANYAK PEMINAT : Bermula dari hobi masa kecil, KH. Abdul Aziz Ali, warga Desa Duleng, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura kini menjadi salah satu peternak burung perkutut terbaik di Indonesia, Minggu (31/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Bermula dari hobi masa kecil, KH. Abdul Aziz Ali, warga Desa Duleng, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura kini menjadi salah satu peternak burung perkutut terbaik di Indonesia.

Lewat Ring Ababil Bird Farm yang ia rintis sejak 2015, Aziz berhasil melahirkan banyak burung jawara yang tak hanya menorehkan prestasi di kancah nasional, tetapi juga diminati hingga pasar internasional.

"Sata baru serius beternak mulai tahun 2015 dengan empat kandang. Dari situlah lahir burung perkutut pertama yang berhasil juara nasional," ujarnya.

Kini, usaha ternak burung perkututnya berkembang pesat. Dari hanya dua kandang, Ring Ababil Bird Farm telah memiliki 40 kandang yang berisi anakan hingga burung-burung unggulan.

Salah satu koleksi terbaiknya adalah Ratu Bilqis, burung perkutut yang pernah menjuarai berbagai ajang bergengsi.

Bahkan, nama Ring Ababil semakin melambung setelah perkutut andalannya, Ruby Star, terjual dengan harga fantastis mencapai Rp300 juta usai menjuarai lomba tingkat nasional.

Tak hanya Ruby Star, sejumlah burung lain juga sukses mengharumkan nama Ring Ababil, di antaranya Aura Agung, Idola Abusman, Camelia, Prabu, Wiro Sableng, Anak Manja, hingga Agoda Ring Ababil.

Keberhasilan itu membuat Ring Ababil Bird Farm dikenal luas, bahkan merambah pasar mancanegara.

"Bulan lalu saya ekspor empat ekor burung ke Malaysia. Untuk Thailand, peminatnya lebih banyak karena pemain di sana lebih banyak daripada peternaknya," terangnya.

Menurutnya, harga burung di luar negeri jauh lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Di Indonesia harganga kisaran Rp5 juta, di Thailand bisa mencapai Rp10 juta.

"Peminat burung Ababil juga berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jakarta, Bandung, Bali, hingga Lombok," terangnya.

Bagi Abdul Aziz, kunci sukses dalam beternak perkutut bukanlah modal besar semata, melainkan ketelatenan dan pemahaman mendalam tentang karakter suara burung.

"Yang terpenting adalah hobi, telaten, dan memahami ilmu perkutut. Kalau itu dijalankan, insya Allah bisa melahirkan banyak jawara," pungkasnya.

 
 
 
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved