Berita Sampang
Dari Hobi Jadi Prestasi, Ring Ababil Bird Farm Sampang Sukses Tembus Pasar Internasional
Bermula dari hobi masa kecil, KH. Abdul Aziz Ali, warga Desa Duleng, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Januar
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Bermula dari hobi masa kecil, KH. Abdul Aziz Ali, warga Desa Duleng, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura kini menjadi salah satu peternak burung perkutut terbaik di Indonesia.
Lewat Ring Ababil Bird Farm yang ia rintis sejak 2015, Aziz berhasil melahirkan banyak burung jawara yang tak hanya menorehkan prestasi di kancah nasional, tetapi juga diminati hingga pasar internasional.
"Sata baru serius beternak mulai tahun 2015 dengan empat kandang. Dari situlah lahir burung perkutut pertama yang berhasil juara nasional," ujarnya.
Kini, usaha ternak burung perkututnya berkembang pesat. Dari hanya dua kandang, Ring Ababil Bird Farm telah memiliki 40 kandang yang berisi anakan hingga burung-burung unggulan.
Salah satu koleksi terbaiknya adalah Ratu Bilqis, burung perkutut yang pernah menjuarai berbagai ajang bergengsi.
Bahkan, nama Ring Ababil semakin melambung setelah perkutut andalannya, Ruby Star, terjual dengan harga fantastis mencapai Rp300 juta usai menjuarai lomba tingkat nasional.
Tak hanya Ruby Star, sejumlah burung lain juga sukses mengharumkan nama Ring Ababil, di antaranya Aura Agung, Idola Abusman, Camelia, Prabu, Wiro Sableng, Anak Manja, hingga Agoda Ring Ababil.
Keberhasilan itu membuat Ring Ababil Bird Farm dikenal luas, bahkan merambah pasar mancanegara.
"Bulan lalu saya ekspor empat ekor burung ke Malaysia. Untuk Thailand, peminatnya lebih banyak karena pemain di sana lebih banyak daripada peternaknya," terangnya.
Menurutnya, harga burung di luar negeri jauh lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Di Indonesia harganga kisaran Rp5 juta, di Thailand bisa mencapai Rp10 juta.
"Peminat burung Ababil juga berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jakarta, Bandung, Bali, hingga Lombok," terangnya.
Bagi Abdul Aziz, kunci sukses dalam beternak perkutut bukanlah modal besar semata, melainkan ketelatenan dan pemahaman mendalam tentang karakter suara burung.
"Yang terpenting adalah hobi, telaten, dan memahami ilmu perkutut. Kalau itu dijalankan, insya Allah bisa melahirkan banyak jawara," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
RSUD dr Muhammad Zyn Sampang Sukses Lakukan Pemasangan Ring Jantung Perdana |
![]() |
---|
Penyaluran Bantuan di Sampang Dikeluhkan Warga: Tak Ikut Menerima Meski Masuk Daftar Penerima |
![]() |
---|
Parade Daul Combodug di Pangarengan Berjalan Meriah, Ribuan Warga Padati Jalur Parade |
![]() |
---|
Puluhan Jabatan Strategis di Pemkab Sampang Kosong, Roda Pemerintahan Terhambat? |
![]() |
---|
Kasus Campak Tembus 400, Sampang Genjot Imunisasi MR di Tengah Penolakan Warga |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.