Peserta JKN Diingatkan Lewat Telekolekting, Jangan Sampai Status Nonaktif
BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan terus mendorong peningkatan kolektabilitas iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan telekolekting.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Taufiq Rochman
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan terus mendorong peningkatan kolektabilitas iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan telekolekting.
Hal ini merupakan salah satu upaya pengumpulan iuran bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang menunggak dan peserta yang beralih segmen yang masih memiliki tunggakan.
Petugas telekolekting menghubungi peserta JKN untuk memberikan edukasi agar melakukan pembayar iuran tepat waktu.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Nuzuludin Hasan menjelaskan, telekolekting berperan penting dalam menjaga keberlangsungan program JKN.
Melalui kegiatan ini, peserta JKN akan dihubungi secara langsung oleh petugas untuk diingatkan dan diberikan edukasi terkait kewajiban bayar iuran.
“Telekolekting tidak hanya sebagai sarana mengingatkan peserta untuk membayar iuran tepat waktu, tetapi juga sebagai media edukasi tentang kemudahan pembayaran melalui berbagai kanal yang tersedia. Peserta bisa menggunakan autodebet melalui mobile banking maupun aplikasi Mobile JKN,” ucap Nuzul saat ditemui di ruangannya, Rabu (3/9/2025).
Nuzul menambahkan, keterlambatan membayar iuran dapat menyebabkan status kepesertaannya tidak aktif.
Bahkan peserta yang baru melunasi tunggakan iuran kemudian langsung membutuhkan layanan rawat inap, maka akan terkena denda layanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kejadian seperti ini yang ingin kami cegah melalui telekolekting. Kami berharap peserta semakin sadar pentingnya membayar iuran tepat waktu dan menjaga keaktifan kepesertaannya agar saat membutuhkan layanan kesehatan secara mendesak tidak merasakan kendala administrasi,” tegas Nuzul.
Lebih lanjut, Nuzul mengingatkan bahwa kepatuhan peserta JKN dalam membayar iuran adalah kunci kesinambungan program JKN. Sistem gotong royong yang menjadi dasar program ini hanya bisa berjalan baik jika seluruh peserta ikut serta berperan aktif dan melaksanakan kewajibannya sebagai peserta.
“Program JKN hadir untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat. Namun, keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada kepatuhan peserta khususnya dalam membayar iuran dengan tepat waktu. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh peserta JKN untuk melaksanakan kewajibannya sebagai peserta JKN yaitu rutin bayar iuran tepat waktu, pesan Nuzul.
Nuzul komitmen akan terus mengoptimalkan kegiatan telekolekting dengan pendekatan yang lebih humanis dan komunikatif.
Harapannya, peserta dapat semakin terbantu untuk mengingat jadwal pembayaran sekaligus memahami manfaat membayar iuran tepat waktu.
“Telekolekting hanyalah sarana untuk mengingatkan, tetapi kuncinya ada pada kesadaran peserta itu sendiri. Dengan disiplin membayar iuran, peserta akan bisa lebih tenang karena perlindungan kesehatannya selalu aktif,” tutup Nuzul.
| Kades Pragaan Daya Ditahan, Kejari Sumenep Ungkap Dugaan Korupsi Dana Desa Rp 585 Juta |
|
|---|
| Motif Pembunuhan Wanita Bawa Boneka Kuning di Bangkalan Terungkap, Pelaku Ternyata Anak Tiri |
|
|---|
| Kecelakaan di Kota Batu, Tak Kuat Nanjak, Truk Muat Galvalum Terjun ke Jurang Susuh |
|
|---|
| Penyebab Kemacetan Sepanjang 20 Kilometer di Jalur Tuban-Surabaya, Evakuasi Truk sampai Sopir Tidur |
|
|---|
| Marak Sapi Hilang di Bangkalan Jelang Iduladha, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak dan Ringkus 2 Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Petugas-Telekolekting-saat-menghubungi-peserta-JKN.jpg)