Cegah Lebih Baik dari Mengobati, BPJS Kesehatan Dorong Skrining dan Pola Hidup Sehat
BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan terus mendorong masyarakat agar lebih memperhatikan upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Taufiq Rochman
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan terus mendorong masyarakat agar lebih memperhatikan upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan.
Hal ini penting agar masyarakat tidak hanya mengandalkan pelayanan kesehatan ketika sakit.
Tetapi juga mampu melakukan pencegahan dini terhadap berbagai penyakit.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Nuzuludin Hasan menjelaskan, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan hanya berfungsi sebagai jaminan pembiayaan ketika peserta sakit, namun juga mengedepankan aspek pencegahan.
Kata dia, masyarakat perlu menanamkan kesadaran bahwa kesehatan adalah investasi yang harus dijaga sejak dini.
“Kita harus perkuat di hulu yaitu promotif dan preventif. Hal ini sejalan dengan program pemerintah, memperkuat dari sisi promotif dan preventif dengan memperkuat peran dari FKTP seperti Prolanis, penyuluhan gaya hidup sehat, kegiatan yang sifatnya menyehatkan, hingga senam bersama. Sehat itu lebih baik dari pada sakit, dan mencegah lebih baik dari pada mengobati,” ujar Nuzul, Jumat (5/9/2025).
Menurut Nuzul, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan peserta JKN.
Melalui layanan di FKTP, peserta dapat mengikuti berbagai program pemantauan kesehatan, salah satunya Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
“Prolanis dapat dimanfaatkan peserta JKN yang menderita penyakit hipertensi maupun diabetes. Program ini bertujuan membantu peserta mengontrol penyakitnya agar tetap stabil dan tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius,” jelas Nuzul.
Lebih lanjut, Nuzul menuturkan bahwa peserta JKN juga dapat memanfaatkan kegiatan penyuluhan kesehatan di FKTP.
Edukasi mengenai pola makan bergizi, pentingnya aktivitas fisik seperti olahraga, hingga pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular menjadi bagian dari upaya pencegahan yang terus digencarkan.
“Untuk masyarakat, mari bersama-sama memperkuat dari sisi promotif dan preventif. Kita ikuti pola hidup sehat, makan makanan bergizi, rajin berolahraga dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dengan skrining riwayat kesehatan. Skrining ini bahkan dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN sehingga semakin mudah diakses oleh peserta,” jelasnya.
Penuturan Nuzuludin, skrining kesehatan menjadi langkah awal untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini.
Dengan hasil skrining, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan mengambil tindakan tepat untuk mencegah penyakit berkembang lebih parah.
| Sosok Jules Kounde, Benteng Kokoh Barcelona Siap Bergabung dengan Prancis di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Manuel Neuer Masih Jadi Pilihan Jerman di Piala Dunia 2026, Simak Rekam Jejak dan Prestasinya |
|
|---|
| Sosok Ferran Torres, Penyerang Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Jembatan Merah Surabaya, Saksi Bisu Pertempuran 10 November 1945 yang Berawal dari Jalur Dagang VOC |
|
|---|
| Qatar ke Piala Dunia 2026 dengan Misi Tebus Kegagalan, Andalkan Akram Afif dan Pemain Naturalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Kepala-BPJS-Kesehatan-Cabang-Pamekasan-Nuzuludin-Hasan-saat-ditemui-di-ruang-kerjanya.jpg)