Berita Sumenep
Viral Video Pertunangan Anak di Sumenep, Keluarga: Tradisi, Bukan Eksploitasi
Sebuah video membuat gempar masyarakat Sumenep. Dalam video itu tampak adanya momen pertunangan anak. Lalu, seperti apa kata keluarga?
Ringkasan Berita:
- Video dua anak yang ditunangkan di Pulau Gili Iyang, Sumenep, viral karena menampilkan keduanya memakai busana adat lengkap layaknya pengantin dewasa
- Acara berlangsung meriah pada 6 November 2025 dan melibatkan keluarga besar, sinden, hingga anggota DPRD sebagai penerima tamu.
- Orang tua kedua anak, MA dan AM, menegaskan bahwa pertunangan anak adalah tradisi lama di Gili Iyang.
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP- Sebuah video membuat gempar masyarakat Sumenep.
Dalam video itu tampak adanya momen pertunangan anak.
Lalu, seperti apa kata keluarga?
Dilansir dari Kompas.com, video pertunangan anak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timu beredar di media sosial dan menjadi sorotan.
Dalam video itu, dua anak yang ditunangkan tampil memakai baju adat seperti layaknya pengantin dewasa, lengkap dengan riasan, dan atribut acara.
Baca juga: Fakta Baru Pernikahan Viral di Pacitan: Mbah Tarman Klarifikasi Cek Rp 3 Miliar Ketelisut
Pertunangan tersebut digelar meriah. Kedua anggota keluarga besar mengenakan pakaian dengan warna senada, termasuk para besan.
Hasil penelusuran Kompas.com, diketahui acara itu digelar pada 6 November 2025 di Dusun Lembana, Desa Bencamara, Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.
Dalam surat undangan yang beredar, tercatat acara itu dimeriahkan oleh sinden.
Bahkan, penerima tamunya melibatkan anggota DPRD Kabupaten Sumenep.
Anak yang ditunangkan berinisial A, putra dari MA dan R, warga Desa Bencamara.
Sementara itu, pasangannya atas nama P, anak AM dan H, warga Desa Banraas, Pulau Gili Iyang.
Tradisi
Kepada Kompas.com, MA membenarkan acara itu berlangsung di rumahnya.
Perbedaan hanya terletak pada cara perayaannya. “Tradisi ini sudah turun-temurun di Pulau Gili Iyang,” kata MA di Sumenep, Sabtu (15/11/2025). “Yang membedakan hanya dirayakan dengan acara dan atau sebagian digelar dengan sederhana,” ucap dia.
Namun begitu, MA menegaskan, tradisi tersebut bukan eksploitasi.
“Ini fakta, tingkat keberhasilan pertunangan anak kecil di Pulau Gili Iyang mencapai 85 persen berhasil,” kata dia.
MA juga menyampaikan, dalam setiap hajatan di Pulau Gili Iyang, ada tradisi “tompangan”, yaitu kebiasaan warga memberikan sumbangan berupa uang, barang, atau dukungan lain ketika ada keluarga atau kerabat yang menggelar hajatan.
Menurutnya, tompangan menjadi bentuk “pangesto” atau tali asih agar warga tetap rukun dan saling mendukung dalam setiap acara keluarga. Secara terpisah, AM, pihak besan, menyampaikan hal serupa.
Tradisi tersebut sudah ada sejak turun-temurun. “Bagi warga Gili Iyang, tentunya setiap orang tua tidak ingin mengeksploitasi anaknya,” ujar dia.
Dia mengatakan, tradisi pertunangan anak di Pulau Gili Iyang terus dijalankan oleh masyarakat setempat hingga kini. “Semua yang terjadi adalah bagian dari tradisi di Pulau Gili Iyang, yang sejauh ini tingkat keberhasilan atas pertunangan anak itu juga cukup tinggi,” kata AM.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
| Dugaan Pemalsuan Dokumen Pengajuan Sertifikat Tanah Sumenep, Penyidikan Naik Penetapan Tersangka |
|
|---|
| Sumenep yang 'Tenang' Ternyata Disusupi, 22 Kg Kokain Dimusnahkan Polda Jatim |
|
|---|
| Alasan Polda Jatim Musnahkan 22,2 Kg Kokain Tak Bertuan yang Ditemukan di Sumenep |
|
|---|
| Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumenep Ngaku Dekat dengan Menteri LH Jumhur, Kenang Saat Jadi Aktivis |
|
|---|
| Fokus Swasembada Garam, Bupati Sumenep Perkuat Pendampingan Petani dan Sinergi Lintas Sektor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Viral-Video-Pertunangan-Anak-di-Sumenep-Keluarga-Tradisi-Bukan-Eksploitasi.jpg)