Berita Pamekasan
Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan, Dari Tradisional hingga Adaptif Modernisasi
Pondok Pesantren Bata-Bata Pamekasan, Madura, berdiri sejak tahun 1943, hingga kini tetap menjaga nilai keilmuan Islam di tengah modernisasi.
Penulis: Mauidhotun Nisa | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
- Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan didirikan tahun 1943 oleh KH Abdul Madjid bin Itsbat dan berkembang pesat dengan ratusan santri sejak awal berdiri.
- Pesantren sempat mengalami masa vakum pasca wafatnya pendiri, sebelum bangkit kembali di bawah kepemimpinan KH Ahmad Mahfudz Zayyadi dengan pendirian lembaga pendidikan formal.
- Hingga kini, pesantren terus berkembang di bawah pimpinan KH Abdul Hamid Mahfudz Zayyadi dengan memadukan sistem tradisional dan adaptasi modern.
TRIBUNMADURA.COM – Pondok pesantren menjadi salah satu pilar penting dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.
Di Madura, Jawa Timur, salah satu pesantren yang memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar adalah Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, yang berlokasi di Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura.
Didirikan pada tahun 1943 M atau 1363 H oleh KH Abdul Madjid bin Itsbat, pesantren ini telah melalui berbagai fase perkembangan, mulai dari masa perintisan hingga menjadi lembaga pendidikan yang tetap eksis di tengah arus modernisasi.
Sejak awal berdiri, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata langsung menarik minat masyarakat.
Dalam kurun waktu 14 tahun kepemimpinan KH Abdul Madjid, jumlah santri telah mencapai sekitar 700 orang.
Hal ini menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan pesantren yang diterapkan.
Namun, setelah wafatnya KH Abdul Madjid pada tahun 1957, pesantren sempat mengalami masa sulit.
Selama dua tahun, terjadi kekosongan kepemimpinan karena putranya, KH Abdul Qadir Madjid, masih menempuh pendidikan di Makkah.
Kondisi ini menyebabkan aktivitas pesantren menurun drastis. Bahkan, area pesantren sempat terbengkalai hingga ditumbuhi rumput liar.
Meski demikian, sejumlah tokoh tetap berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan dengan memberikan pembinaan secara bergantian.
Baca juga: Pondok Pesantren Annuqayah: Dari Langgar Sederhana hingga Jadi Lembaga Pendidikan Terpadu di Madura
Masa Transisi dan Kepemimpinan Baru
Titik balik terjadi pada tahun 1959 saat KH Abdul Qadir Madjid kembali dari Makkah.
Sayangnya, kepemimpinannya tidak berlangsung lama karena wafat pada tahun yang sama.
Selanjutnya, estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh KH Ahmad Mahfudz Zayyadi.
Di bawah kepemimpinannya, pesantren mengalami perkembangan signifikan, baik dari segi jumlah santri maupun sistem pendidikan.
Pada masa ini mulai didirikan lembaga pendidikan formal, seperti:
- Madrasah Ibtidaiyah (1962)
- Madrasah Tsanawiyah (1970)
- Madrasah Aliyah (1977)
Sejarah Pondok Pesantren
Pesantren Bata-Bata
Pamekasan
Madura
Tribun Madura
meaningful
Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata
TribunMadura.com
Kecamatan Palengaan
| Rekaman CCTV Ungkap Aksi Pencurian Toko Emas di Pamekasan, Dua Pelaku Ditangkap di NTB |
|
|---|
| Viral Postingan Crazy Rich Madura Haji Her Meninggal, Polisi Pastikan Hoaks |
|
|---|
| Sejarah Universitas Islam Madura Pamekasan, Dari Dua Fakultas hingga Miliki Banyak Program Studi |
|
|---|
| KPM Bansos Pangan di Madura Naik 75 Persen, Bulog Kebut Distribusi 14 Ribu Ton Beras |
|
|---|
| Jejak Majapahit di Pamekasan, Vihara Avalokitesvara Jadi Simbol Lintas Zaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Pondok-Pesantren-Bata-Bata.jpg)