Senin, 27 April 2026

Cuaca Ekstrem Terjang Bangkalan, Plafon Rumah Warga Rontok Tersambar Petir

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai petir melanda Kabupaten Bangkalan sejak Sabtu (11/4/2026) sore hingga malam.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa
KILATAN PETIR MALAM : Terjangan hujan deras di kawasan Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (11/4/2026) malam 

 

Ringkasan Berita:
  • Hujan deras disertai petir melanda Bangkalan, menyebabkan plafon kamar mandi warga di Kecamatan Burneh rusak akibat sambaran petir.
  • BPBD menyebut cuaca ekstrem dipicu masa pancaroba, peralihan dari musim hujan ke kemarau.
  • BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir di sejumlah wilayah Jawa Timur, meski Bangkalan diprediksi relatif aman dalam dua hari ke depan.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai petir melanda Kabupaten Bangkalan sejak Sabtu (11/4/2026) sore hingga malam.

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan pada salah satu rumah warga di Jalan Manggis, Kecamatan Burneh.

Kehadiran hujan dan gelegar suara petir yang biasanya diawali dengan terik panas matahari itu, mewarnai kondisi cuaca esktrem di masa peralihan musim penghujan ke musim kemarau. 

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bangkalan, Arif Rahmad Surya Atmaja, mengatakan kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini dipengaruhi masa pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

"Plafon kamar mandi rontok terdampak sambaran petir di halaman rumah warga Desa/Kecamatan Burneh tadi malam, tidak ada korban jiwa. Memang cuaca akhir-akhir ini berubah cepat, ada panas disusul hujan disertai petir dan cuaca panas lagi," ungkap Arif kepada Tribun Madura, Minggu (12/4/2026). 

Cuaca ekstrem yang datang secara sporadis hingga jelang tengah malam itu selaras dengan rilis tiga harian Peringatan Dini Hujan Jawa Timur yang diterima BPBD Bangkalan dari Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda pada Jumat (10/4/2026). 

Disebutkan dalam rilisnya, BMKG mewaspadai hujan dengan intensitas sedang--lebat disertai sambaran petir menimpa Bangkalan, Blitar, Kota Batu, Madiun, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Sampang, Tuban, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo. 

Untuk dua hari ke depan, Minggu (12/4/2026) dan Senin (13/4/2026), Kabupaten Bangkalan diprediksi aman dari curah hujan maupun badai petir. 

Meski demikian, BPBD Bangkalan merekomendasikan warga Bangkalan tetap waspada di masa pancaroba ini terhadap potensi cuaca ekstrem. Seperti hujan deras berdurasi singkat, angkin kencang, puting beliung yang muncul mendadak setelah cuaca terik di siang hari. 

'AprIl ini BMKG dalam rilisnya menyebutkan masuk kemarau, tapi kami terus waspada apakah ini bersifat kemarau basah seperti tahun lalu karena masih ada hujan dari sore sampai malam seperti yang terjadi kemarin," jelas Arif. 

Indonesia Waspadai El Nino Godzilla

Fenomena terjadinya El Nino dengan intesitas sangat kuat yang memicu terjadinya musim kemarau kering ekstrem nan panjang tidak luput dari perhatian BPBD Kabupaten Bangkalan

"Tahun diprediksi terjadi Kemarau Godzila yang berpotensi terhadap kegiatan jadwal tanam dan panen komoditas pangan seperti padi. Kami selalu update perkembangan BMKG yang menyatakan musim kemarau sejatinya terjadi pada April ini," ungkap Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja. 

Dikutip dari Tribunnews.com, Indonesia besiap menghadapi potensi kemarau ekstrem 'El Nino Godzilla pada April-Oktober 2026 yang diprediksi membawa cuaca panas dan kering. 

Pemerintah melalui Menteri Pertanian menjamin stok pangan aman menghadapi fenomena tersebut karena El Nino, memperpanjang durasi musim kemarau, meningkatkan resiko kekeringan, dan mempengaruhi sektro pertanian. 

Menindaklanjuti hal tersebut, lanjut Arif, Pemkab Bangkalan melalui BPBD mengimbau agar menghemat penggunaan air serta mengamankan cadangan air. Dengan memanfaatkan sisa hujan di masa pancaroba ini sebagai persiapan musim kemarau. 

 "Kami imbau juga masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan banyak minur air putih untuk mencegah dehidrasi, gunakan masker saat berdebu, dan penggunaan sunscreen saat beraktivitas diluar rumah," pungkasnya. 

Pemkab Bangkalan Prioritas 29 Desa Droping Air Bersih

BPBD Kabupaten Bangkalan telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah desa yang berpotensi terdampak musim kemarau. Bahkan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim telah memprioritaskan sebanyak 29 desa untuk diberi bantuan air bersih. 

Sejumlah 29 desa prioritas itu tersebar di enam kecamatan meliputi Konang, Tanah Merah, Kokop, Geger, Arosbaya, dan Kecamatan Sepulu. Di Kecamatan Konang terdiri dari lima desa; Galis Dajah, Kanagarah, Durin Barat, Batukaban, dan Durin Timur. 
Untuk Kecamatan Tanah Merah meliputi tiga desa;  Pangeleyan, Padurunga, dan Tanah Merah Dajah. Sementara di Kecamatan Arosbaya diprioritaskan satu desa, yakni Desa Batonaong. 

Sementara untuk Kecamatan Geger terdiri dari enam desa; Komabangan, Lerpak, Banyeor Dajah, Banyeor Laok, Katol Barat, dan Desa Dabung. Prioritas bantuan air bersih di Kecamatan Sepulu meliputi lima desa yang terdiri dari Desa Klapayan, Gangseyan, Lergunong, Bangsereh, dan Desa Kelbung

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved