Cuaca Ekstrem Terjang Bangkalan, Plafon Rumah Warga Rontok Tersambar Petir
Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai petir melanda Kabupaten Bangkalan sejak Sabtu (11/4/2026) sore hingga malam.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Hujan deras disertai petir melanda Bangkalan, menyebabkan plafon kamar mandi warga di Kecamatan Burneh rusak akibat sambaran petir.
- BPBD menyebut cuaca ekstrem dipicu masa pancaroba, peralihan dari musim hujan ke kemarau.
- BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai petir di sejumlah wilayah Jawa Timur, meski Bangkalan diprediksi relatif aman dalam dua hari ke depan.
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai petir melanda Kabupaten Bangkalan sejak Sabtu (11/4/2026) sore hingga malam.
Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan pada salah satu rumah warga di Jalan Manggis, Kecamatan Burneh.
Kehadiran hujan dan gelegar suara petir yang biasanya diawali dengan terik panas matahari itu, mewarnai kondisi cuaca esktrem di masa peralihan musim penghujan ke musim kemarau.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bangkalan, Arif Rahmad Surya Atmaja, mengatakan kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini dipengaruhi masa pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
"Plafon kamar mandi rontok terdampak sambaran petir di halaman rumah warga Desa/Kecamatan Burneh tadi malam, tidak ada korban jiwa. Memang cuaca akhir-akhir ini berubah cepat, ada panas disusul hujan disertai petir dan cuaca panas lagi," ungkap Arif kepada Tribun Madura, Minggu (12/4/2026).
Cuaca ekstrem yang datang secara sporadis hingga jelang tengah malam itu selaras dengan rilis tiga harian Peringatan Dini Hujan Jawa Timur yang diterima BPBD Bangkalan dari Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda pada Jumat (10/4/2026).
Disebutkan dalam rilisnya, BMKG mewaspadai hujan dengan intensitas sedang--lebat disertai sambaran petir menimpa Bangkalan, Blitar, Kota Batu, Madiun, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Sampang, Tuban, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo.
Untuk dua hari ke depan, Minggu (12/4/2026) dan Senin (13/4/2026), Kabupaten Bangkalan diprediksi aman dari curah hujan maupun badai petir.
Meski demikian, BPBD Bangkalan merekomendasikan warga Bangkalan tetap waspada di masa pancaroba ini terhadap potensi cuaca ekstrem. Seperti hujan deras berdurasi singkat, angkin kencang, puting beliung yang muncul mendadak setelah cuaca terik di siang hari.
'AprIl ini BMKG dalam rilisnya menyebutkan masuk kemarau, tapi kami terus waspada apakah ini bersifat kemarau basah seperti tahun lalu karena masih ada hujan dari sore sampai malam seperti yang terjadi kemarin," jelas Arif.
Indonesia Waspadai El Nino Godzilla
Fenomena terjadinya El Nino dengan intesitas sangat kuat yang memicu terjadinya musim kemarau kering ekstrem nan panjang tidak luput dari perhatian BPBD Kabupaten Bangkalan.
"Tahun diprediksi terjadi Kemarau Godzila yang berpotensi terhadap kegiatan jadwal tanam dan panen komoditas pangan seperti padi. Kami selalu update perkembangan BMKG yang menyatakan musim kemarau sejatinya terjadi pada April ini," ungkap Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja.
| Madura Terpopuler: Dosen Ekonomi UTM Bangkalan Tanggapi Soal APBN hingga Dugaan Pengeroyokan Sumenep |
|
|---|
| Susunan Pemain Madura United vs Persik Kediri, Rakhmat Basuki Lakukan Rotasi, Iran Junior Starter |
|
|---|
| SPPG di Bangkalan Tumbuh Subur 25 Unit Sebulan, Catatan Satgas MBG Pemkab Total 193 Dapur |
|
|---|
| WFH Pertama Pemkab Bangkalan, Kantor-kantor Hanya Nyalakan Listrik di Satu Ruang Kerja |
|
|---|
| Jejak Sejarah Ponpes Syaichona Moh Cholil Bangkalan, Berdiri sejak Tahun 1861 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Terjangan-hujan-deras-di-kawasan-Stadion-Gelora-Bangkalan-Sabtu-1142026-malam.jpg)