Selasa, 21 April 2026

Berita Sampang

Hadapi Kekeringan Ekstrem 2026, BPBD Sampang Ajukan Bantuan Tandon Air

Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, mengatakan, bantuan akan difokuskan untuk menunjang suplai air bersih di wilayah terdampak.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunMadura.com
KEKERINGAN - Warga di Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Madura, saat mengambil air bersih di musim kemarau ekstrem 2025. BPBD Sampang mengajukan proposal bantuan tandon air ke BPBD Jatim sebagai antisipasi bencana kekeringan, Selasa (21/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • BPBD Sampang antisipasi kekeringan ekstrem 2026 dengan siapkan strategi distribusi air bersih.
  • Koordinasi BPBD Jawa Timur dilakukan untuk pengajuan bantuan tandon air bagi wilayah terdampak.
  • Kemarau 2026 diprediksi lebih kering, distribusi air bersih jadi prioritas utama penanganan.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Ancaman kekeringan ekstrem pada 2026 mulai diantisipasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura, dengan menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penguatan distribusi air bersih.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menjalin koordinasi dengan BPBD Jawa Timur melalui pengajuan proposal bantuan tandon air.

Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, mengatakan, bantuan tersebut akan difokuskan untuk menunjang suplai air bersih di wilayah terdampak.

"Ini untuk membantu distribusi air di wilayah yang mengalami krisis," ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Kemarau Ekstrem

Dia mengungkapkan, kondisi kemarau tahun ini diprediksi berbeda dibanding tahun sebelumnya. 

Jika sebelumnya cenderung kemarau basah, maka pada 2026 diperkirakan masuk kategori kemarau kering atau bahkan ekstrem.

Baca juga: BPBD Sampang Siaga Hadapi Ancaman El Nino, Data Wilayah Rawan Kekeringan

Dengan begitu, BPBD memastikan kesiapan distribusi air bersih agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi saat kekeringan melanda.

"Distribusi air bersih menjadi prioritas kami untuk mengantisipasi dampak kekeringan," pungkasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved