Senin, 1 Juni 2026

Berita Sumenep

Gedung belum Siap, Siswa Baru Sekolah Rakyat Sumenep Terpaksa Belajar di Sampang

Harapan siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sumenep, Madura, untuk menempuh pendidikan di daerahnya sendiri harus tertunda.

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Muhammad Nurkholis
ILUSTRASI SEKOLAH RAKYAT - Kepala SR Terintegrasi 18 Tuban, Vera Khairun Nissa mendampingi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban saat kegiatan belajar di kelas, Sabtu (17/6/2026). Harapan siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sumenep, Madura, untuk menempuh pendidikan di daerahnya sendiri harus tertunda, Sabtu (23/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Siswa baru Sekolah Rakyat Sumenep tahun ajaran 2026/2027 sementara belajar di Kabupaten Sampang.
  • Gedung permanen Sekolah Rakyat Sumenep belum dibangun karena proses legalisasi lahan masih berjalan.
  • Pemerintah Kabupaten Sumenep prioritaskan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Patean Kecamatan Batuan.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Harapan siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sumenep, Madura, untuk menempuh pendidikan di daerahnya sendiri harus tertunda, Sabtu (23/5/2026).

Pada tahun ajaran 2026/2027, mereka dipastikan akan menjalani kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Sampang.

Kebijakan tersebut diambil karena gedung permanen Sekolah Rakyat di Sumenep hingga kini belum dibangun, kemudian fasilitas sementara yang digunakan saat ini dinilai tidak mampu menampung tambahan peserta didik.

Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sumenep, Hairullah mengatakan, keputusan pengalihan siswa baru ke Sampang merupakan arahan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Menurutnya, kapasitas gedung sementara yang saat ini digunakan sudah tidak memungkinkan untuk menerima peserta didik baru.

"Untuk siswa baru tahun ajaran 2026/2027 akan dialihkan ke Sampang," kata Hairullah, Jumat (23/5/2026).

Saat ini, kegiatan belajar mengajar SRT Sumenep masih memanfaatkan gedung SKD milik Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai lokasi sementara.

Meski menjadi daerah pertama di Madura yang menjalankan program Sekolah Rakyat, keterbatasan fasilitas membuat Sumenep belum bisa menampung gelombang siswa berikutnya.

Baca juga: Kuota Sekolah Rakyat di Sumenep Dipangkas Jadi 60 Siswa, Pendaftar Baru 17 Orang

"SRT di Sumenep merupakan yang pertama berjalan di Madura. Namun untuk gedung permanen, kesiapan lahannya justru lebih cepat di Kabupaten Sampang," ucapnya.

Kondisi tersebut membuat siswa baru harus belajar di gedung permanen Sekolah Rakyat yang telah disiapkan di Kabupaten Sampang hingga pembangunan sekolah di Sumenep selesai.

September Mulai Pembangunan

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Abd Rahman Riadi, mengungkapkan, pembangunan gedung permanen belum bisa dimulai dalam waktu dekat.

Menurutnya, proses pembangunan diperkirakan baru akan dimulai pada triwulan ketiga tahun 2026 atau sekitar September mendatang.

Baca juga: Baru 81 Siswa, Pendamping PKH Kejar Target Sekolah Rakyat di Sumenep

"Perkiraan September baru mulai pembangunan," katanya.

Rahman menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah status lahan yang akan digunakan untuk pembangunan sekolah.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved