KH Moh Said Abdullah Wafat
Pesan Terakhir Pengasuh PPMA Sumenep KH Moh Said Abdullah: Perjuangkan Ilmu Allah
Pengasuh Ponpes Mathali'ul Anwar (PPMA) Pangarangan, Sumenep, KH Moh Said Abdullah dikenang sebagai sosok pendidik yang tak pernah lelah mengajar.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
- KH Moh Said Abdullah dikenang istiqamah mengajar santri meski berjuang melawan stroke.
- Pengasuh PPMA Pangarangan mewariskan nasihat keikhlasan dan pengabdian kepada santri.
- Wafatnya KH Moh Said Abdullah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga pesantren.
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pengasuh Pondok Pesantren Mathali'ul Anwar (PPMA) Pangarangan, Sumenep, Madura, KH Moh Said Abdullah dikenang sebagai sosok pendidik yang tak pernah lelah mengajar santri, meski berjuang melawan stroke.
Nasihat tentang keikhlasan dan pengabdian menjadi warisan berharga bagi keluarga serta para muridnya.
Suasana Pondok Pesantren Mathali'ul Anwar (PPMA) Pangarangan, Kabupaten Sumenep tampak berbeda dalam beberapa hari terakhir.
Halaman pesantren yang biasanya dipenuhi aktivitas santri mengaji dan belajar, kini dipadati para pelayat.
Mereka datang dari berbagai daerah.
Alumni, tokoh masyarakat, kerabat, hingga warga sekitar silih berganti hadir untuk menyampaikan doa dan penghormatan terakhir kepada Pengasuh PPMA Pangarangan, KH Moh Said Abdullah yang wafat pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.
Di antara para pelayat yang datang, banyak yang tampak larut dalam kenangan.
Sebagian mengenang sosok guru yang sabar, sebagian lainnya mengingat nasihat-nasihat sederhana yang selama ini menjadi pegangan hidup.
Kepergian kiai kelahiran 1953 itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pesantren.
Bagi para santri dan alumni, KH Moh Said Abdullah bukan hanya seorang pengasuh pondok, melainkan sosok pendidik yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk membina generasi muda melalui pendidikan agama.
Baca juga: Pemakaman KH Moh Said Abdullah di Sumenep, Lantunan Alquran dan Tahlil Menggema di Kembhang Koning
Putra sulung almarhum, Moh Saifa Ebidillah, menuturkan, ayahnya telah lama berjuang melawan penyakit stroke.
Penyakit tersebut pertama kali menyerang pada 2008 dan sempat membaik.
Namun kondisi kesehatannya kembali menurun setelah stroke kambuh pada 2024 lalu.
Meski demikian, semangatnya untuk mengajar dan mendampingi santri tidak pernah surut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/putra-Pengasuh-Pondok-Pesantren-Mathaliul-Anwar-Pangarangan-sumenep-ppma-sumenep.jpg)