Berita Viral
Keluarga Tak Sudi Terima Bingkisan Polisi yang Pukul Anaknya Sampai Kritis: Nanti Meringankan
Seorang remaja di Kota Serang, Banten, kritis dipukul menggunakan helm oleh oknum polisi.
TRIBUNMADURA.COM - Dugaan polisi pukul siswa SMK di Kota Serang, Banten, kini menambah daftar panjang kasus penganiayaan yang dilakukan lembaga negara itu.
Tindakan tersebut membuat remaja bernama Violent Agara Castrilo itu terbaring kritis di ICU RSUD Provinsi Banten.
Kata keluarga korban, peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/8/2025) malam.
Hingga Rabu (27/8/2025) pagi, siswa SMKN 2 Kota Serang itu belum sadarkan diri.
"Cuma untuk luka - luka yang di luar badan sudah agak kering," ujar paman Violent, Handy, seperti dilansir dari Tribun Banten.
Handy melanjutkan bahwa kepala keponakannya dipukul helm oleh oknum polisi dari Polda Banten.
Baca juga: 5 Fakta Kasus Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang, Aipda RZ Lesatkan 4 Peluru karena Dipepet
"Yang parah itu bagian kepala belakang yang kena pukul pakai helm sama orang Polda," ucapnya menambahkan.
Setelah kejadian, perwakilan dari Polda Banten mendatangi korban dan memberikan bingkisan.
Namun, pihak keluarga enggan menerimanya lantaran khawatir dianggap sebagai meringankan konsekuensi atas perbuatan terduga pelaku.
"Ada utusan dari Kapolda datang itu untuk memberikan bingkisan gak tahu kita belum buka, ditanya sama orang tua, ini bingkisan untuk apa, ada saya juga, kalau bingkisan ini untuk meringankan pelaku kita tidak bisa terima, mending diambil lagi, digituin sama pihak keluarga," ujarnya.
Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan.
Orang tua Violent awalnya sempat membela pihak polisi yang mengatakan bahwa anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas.
Bahkan ayah korban, Benny Permadi, tetap kukuh kala dua teman Violent yang hadir di tempat kejadian perkara mengatakan bahwa anaknya dipukul polisi.
“Dua teman anak saya yang melihat kemudian pergi ke rumah saya di Walantaka karena panik. Mereka bilang, ‘Pak, itu anaknya dipukulin polisi.’ Nah, saya masih coba enteng dengan bilang, ‘Ya kalian berarti yang salah ga mungkin polisi asal-asal mukul.’,” ujar Benny.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Google News TribunMadura.com
Baca juga: 9 Polisi Pamekasan Diganjar Penghargaan Usai Bongkar Curanmor dan Pencurian BBM
Lebih lanjut, Benny mengungkap kronologi.
Pada Minggu sekira pukul 00.30 WIB, anaknya yang berusia 16 tahun tersebut berniat mengambil spare part motor di sebuah bengkel.
Korban telah izin kepadanya.
Dia terus mengabari Benny sampai tiba di bengkel tujuan yang terletak di sekitaran lampu merah Boru.
Pulang dari bengkel, Benny tak sendiri, ditemani dua temannya menggunakan dua motor.
Dalam perjalanan pulang, mereka bertemu beberapa anggota polisi yang berpatroli.
Baca juga: Brijen Terlena Seragam Polisi Langsung Rugi Rp280 Juta, Dijanjikan Lolos Seleksi Bintara Polri

Menurut keterangan dua teman Violent, polisi sempat membiarkan mereka.
Namun, ketika mereka sedang putar arah, seorang petugas menghadang dan diduga memukul Violent menggunakan helm hingga terjatuh dari motor serta mengalami luka parah di kepala.
Di lokasi, Violent sudah dalam keadaan tidak sadar dan dibantu oleh temannya yang masih di bengkel serta polisi untuk dibawa ke IGD RSUD Banten.
Sekira pukul 02.40, Benny yang langsung pergi ke rumah sakit dan mendapati banyak polisi yang mengantar anaknya tersebut.
Beberapa Polisi yang hadir di sana mengatakan kepada Benny bahwa Violent mengalami kecelakaan lalu lintas.
Katanya, mereka hanya membantu membawa ke rumah sakit dan membantah adanya pemukulan terhadap korban.
Baca juga: Orangtua Laporkan Anaknya ke Polisi Gara-gara Curi dan Gadaikan Mobil serta Jual Emas
“Kawan-kawan Violent coba ngebantah itu bilang (ke polisi) ‘Bapak kan ada di kejadian kan bapak lihat kan ini memang dipukul sampai akhirnya jatuh dan enggak sadarkan diri’ mereka sempat berdebat."
Melihat perdebatan itu, Benny ragu dan berubah pikiran.
"Logika saya anak-anak umuran segitu kalau mereka bohong nggak mungkin berani ngadepin orang pake seragam apalagi banyak,” tutur Benny.
Menurut Benny, salah seorang polisi sempat mengakui bahwa korban tidak melaju dengan kecepatan tinggi saat mengendarai motor.
Ia juga meminta agar anggota yang diduga melakukan pemukulan dihadirkan, namun pihak kepolisian tetap membantah adanya tindak kekerasan tersebut.
"Atas dasar apa anak saya digituin? Bocah salah ditegur lah, dihukum sepantasnya lah mau push up nggak papa saya dukung."
"Kalau dianggap membubarkan kerumunan, ya anak saya cuma dua motor terus lagi jalan juga kondisinya itu yang saya sayangkan dari pihak kepolisian," ucapnya.
Melihat putra tersayang kritis, Benny meminta pertanggungjawaban.
"Saya cuma minta tanggung jawabnya sudah jelas diakui kawannya liat dipukul kok tidak diakui? Saya awalnya cuma minta siapa dan kenapa dilakukan seperti itu tapi ko tanggapannya anak saya laka?," ujarnya.
Menurut Kabid Propam Polda Banten, Kombes Pol Murwoto, Bripda MA, memang telah melempar helm ke arah Violent.
Baca juga: Tangan Kaki Terikat, Mata Dilakban, Polisi Kejar Sosok Eksekutor Pembunuhan Petinggi Bank
Namun, lemparan itu bukan penyebab Violent koma.
“Sekira pukul 02.45 WIB, kendaraan roda dua yang dikendarai korban tidak menyalakan lampu utama. Saat melihat petugas yang sudah berada di badan jalan, korban kaget. Bripda MA yang sedang patroli refleks melempar helm dan mengenai pengendara bernama Violent Agara Castrilo,” kata Murwoto, Selasa (26/8/2025).
Akibat kejadian itu, korban terjatuh dan terseret beberapa meter.
“Korban mengalami luka pada wajah dan kepala karena tidak memakai helm, serta luka di bagian kaki. Hingga kini korban masih dirawat intensif di ICU RSUD Banten,” ujarnya.
Murwoto menambahkan, hasil pengecekan rekaman CCTV menunjukkan petugas patroli berupaya menghentikan kendaraan roda dua dengan ancang-ancang melempar helm. Namun, rekaman pemukulan tidak terekam karena di sekitar lokasi korban terjatuh tidak terdapat CCTV.
“Berdasarkan keterangan saksi, kendaraan yang dikendarai korban terlihat seperti hendak menabrak Bripda MA. Sehingga personel tersebut melempar helm ke arah korban. Violent kemudian terjatuh dan terseret sekitar 10 meter. Setelah itu, personel Ditsamapta langsung membawa korban ke RSUD Provinsi Banten,” jelasnya.
Selain itu, Murwoto menyebut kondisi motor korban tidak sesuai standar pabrik.
“Kondisi motor korban menggunakan knalpot brong, tidak ada lampu, dan memakai ban cacing. Motor itu mirip spek drag race. Ditambah korban saat itu tidak memakai helm,” ungkap Murwoto.
Polda Banten, kata Murwoto, juga melakukan langkah persuasif dengan mendatangi keluarga korban agar tidak terprovokasi oleh pihak luar. Polisi juga membantu biaya pengobatan selama korban dirawat.
“Kami memproses Bripda MA secara transparan dan objektif, baik melalui peraturan disiplin maupun kode etik. Saat ini yang bersangkutan sudah ditempatkan di tempat khusus (Patsus),” tegas Murwoto.
-----
Berita viral dan berita seleb lainnya.
polisi pukul siswa
SMKN 2 Kota Serang
siswa kritis dipukul helm
Banten
Polda Banten
berita viral
TribunMadura.com
Tribun Madura
Ruangan Tetiba Penuh Tawa Usai Ahmad Dhani Sela Ariel di Rapat RUU Hak Cipta, Willy: Saya Ingatkan |
![]() |
---|
SMPN Diduga Tagih Siswa Rp700 Ribu Buat Laptop Kenang-kenangan, Disdik Bela: Namanya Orang Mau Viral |
![]() |
---|
15 Sosok Pembunuh Kacab Bank BUMN, Perencana hingga Eksekutor, Ada yang Pernah Coba Nyalon Bupati |
![]() |
---|
Serius Warga Pati Ingin Lengserkan Sudewo, 1.000 Orang Bakal Protes ke KPK Usut Korupsi Bupati |
![]() |
---|
Nasib Mbah Endang Didenda Rp115 Juta Siarkan Liga Inggris saat Halal Bihalal Keluarga, 2 Sosok Ngadu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.