Berita Jatim

Respon Terbaru DPRD Jatim soal Dugaan Pungli di SMAN 1 Kampak Trenggalek, Desak Dindik Turun Tangan

Komisi E DPRD Jatim meminta agar sekolah semestinya menjadi ruang yang membangun kepercayaan antara guru, siswa dan orang tua

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Januar
TribunMadura.com/ Yusron
SEKOLAH - Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas saat ditemui di gedung dewan pertengahan Agustus lalu. Terbaru, Puguh menyoroti aksi demonstrasi siswa di SMAN 1 Kampak, Trenggalek, sebagai protes akibat dugaan pungutan wajib yang dinilai tidak transparan. 

Atas aksi tersebut, Kepala SMAN 1 Kampak, Bahtiar Kholili menuturkan, para siswa memang fokus pada dana komite sekolah atau sumbangan sukarela yang memang ada. Menurutnya, ada 2 jenis iuran.

Yaitu, satu untuk peningkatan mutu pendidikan dan satu lagi untuk amal jariyah yang dirupakan dalam bentuk bangunan fisik, salah satunya pembangunan masjid.

Bahtiar menuturkan, besaran amal jariyah tidak ditentukan namun saat rapat komite disepakati sebesar Rp 500.000 per anak. Angka tersebut didapatkan dari rencana anggaran pengadaan fasilitas dibagikan ke jumlah siswa.

"Dan itu untuk 3 tahun, artinya terserah mau memberinya kapan. Bahkan yang tidak memberi juga ada," ucap Bahtiar dikutip dari Surya.co.id.
 
 
 
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
-

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved