Berita Terkini
Kronologi Sebenarnya Lengkap Polemik Bakso Non-Halal di Solo Pemilik dan Anaknya Beda Jawaban
Inilah kronologi lengkap polemik bakso non-halal di Solo. Ada jawaban yang berbeda antara sang pemilik usaha dengan ayahnya.
Ringkasan Berita:
- Warung Bakso Remaja Gading di Solo disorot setelah pemiliknya mengakui kepada tim gabungan Pemkot Solo bahwa mereka menggunakan bahan non-halal tanpa mencantumkan keterangan tersebut di lapak.
- Dispangtan Solo mengambil sampel bahan untuk diuji di laboratorium, sementara Satpol PP menutup sementara warung itu sampai hasil uji keluar. Hasil laboratorium diperkirakan terbit pada 7 November 2025.
- Anak pemilik warung membantah penggunaan bahan non-halal, menyebut ayahnya salah paham
TRIBUNMADURA.COM- Inilah kronologi lengkap polemik bakso non-halal di Solo.
Ada jawaban yang berbeda antara sang pemilik usaha dengan ayahnya.
Dilansir dari Kompas.com, Warung Bakso Remaja Gading di Jalan Veteran, Kelurahan Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, menjadi sorotan usai diduga menggunakan bahan non-halal.
Dugaan tersebut muncul saat tim pangan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melakukan monitoring terhadap sejumlah warung makan atau kuliner di Kota Solo.
Tim pangan terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Dinas Kesehatan, Satpol PP, Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Pariwisata, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Solo.
Saat dihampiri petugas gabungan, pemilik usaha bakso mengakui penggunaan bahan non-halal namun tidak mencantumkan keterangan tersebut di lapaknya.
“(Monitoring) itu rutin. Kita ada monitoring kegiatan untuk warung makan atau kuliner ya,” kata Kepala Dispangtan Solo, Wahyu Kristina kepada wartawan, Senin (3/11/2025).
Dispangtan langsung mengambil sampel bahan baku dari warung Bakso Remaja Gading untuk diuji di laboratorium guna mengetahui kandungan bahan tersebut halal atau tidak.
Sambil menunggu hasil uji, warung tersebut ditutup sementara oleh Satpol PP Solo.
“Kita ada uji sampel dan sekarang ini belum (keluar). Dalam minggu ini. Supaya tidak resah makanya untuk sementara ditutup dulu,” lanjut Wahyu.
Ditutup Sementara oleh Satpol PP Kepala Satpol PP Solo, Didik Anggono, membenarkan pihaknya telah menutup sementara warung Bakso Remaja Gading pada hari ini.
“Hari ini kami perintahkan untuk menutup sementara sampai hasil uji laboratorium keluar. Nanti hasilnya akan kami sampaikan kepada pemilik,” ujar Didik.
Satpol PP juga menurunkan spanduk warung tersebut.
“Nanti kita lihat bersama hasilnya. Jika memang terbukti non-halal, maka harus ada keterangan yang jelas dan tidak boleh diklaim sebagai produk halal,” jelasnya.
Klarifikasi Anak Pemilik
Anak pemilik warung, Thirthania Laura Damayanthie (22), langsung buru-buru memberikan klarifikasi terkait dugaan penggunaan bahan non-halal.
Ia memastikan tak ada penggunaan bahan non-halal, dan menyebut ayahnya keliru memberikan jawaban saat diwawancarai petugas.
“Sebenarnya bakso kita itu halal. Tapi waktu Bapak saya diwawancarai (petugas), beliau bingung antara halal dan non-halal, jadi salah jawab. Padahal semua bahannya halal, tidak ada yang pakai babi atau bahan sejenis itu. Kami semua juga muslim,” jelas Thirthania, Senin (3/11/2025).
Ia menjelaskan, hingga kini hasil uji laboratorium dari Dispangtan belum keluar dan diperkirakan baru diterima pada Jumat (7/11/2025).
“Kalau hasilnya sudah keluar, kami akan klarifikasi resmi,” ujarnya.
Thirthania juga menyebut pihaknya belum pernah diminta menyerahkan sampel bahan baku secara langsung.
Namun, dari informasi yang diterima, dinas sudah memiliki sampel untuk diuji. Imbauan Kemenag untuk Konsumen Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo mengimbau konsumen agar proaktif menanyakan kejelasan kehalalan suatu produk makanan, terutama yang berbahan daging.
“Sekali lagi kami mengimbau kepada konsumen ketika memasuki pada area makanan yang mengandung bahannya adalah daging harus menanyakan halal atau tidak,” kata Penyelia Halal Reguler Kemenag Solo, Encep Moh Ilham.
Berdasarkan hasil sidak, kata Encep, pemilik warung menyatakan menggunakan bahan non-halal. “Berdasarkan sidak kemarin itu memang bakso Remaja manyatakan bahwa produknya menggunakan bahan yang tidak halal. Dan dia juga tidak menolak untuk dilabeli non-halal oleh Satpol PP,” ujarnya.
Meski demikian, Kemenag menegaskan masih menunggu hasil laboratorium Dispangtan Solo. “Tapi ini mohon maaf masih dalam proses laboratorium di Dispangtan. Mudah-mudahan hasilnya saya belum bisa memastikan, nunggu hasil dari lab,” ungkap Encep.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
| Seusai Salurkan 1.000 Makanan untuk Sudan, Teman Baik Terus Beri Bantuan hingga Ramadan |
|
|---|
| Jumlah Tersangka Pengeroyokan Nenek Elina yang Ditangkap Polisi Bertambah, Ada yang Dimarahi Istri |
|
|---|
| Kuatkan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta, Unesa Gelar Pelatihan AI untuk Guru di Sumsel |
|
|---|
| Dirikan Kabantara Grup, Pengusaha Jawa Timur Siap Perkuat Hegemoni Usaha Tambang Bauksit Indonesia |
|
|---|
| Asrorun Ni’am Soleh Dikuhkukan Sebagai Ketum MA IPNU 2025–2030 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Warung-Bakso-Remaja-Gading-yang-berlokasi-di-Jalan-Veteran-Kelurahan.jpg)