Banyak Daerah Mengajukan Diri Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU
Ketum PBNU Gus Yahya mengungkapkan bahwa persiapan menuju Muktamar Nahdlatul Ulama telah mulai dibahas meski hingga kini belum ditetapkan
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Taufiq Rochman
Ringkasan Berita:
- PBNU mulai membahas persiapan Muktamar NU, namun waktu dan lokasi pelaksanaan belum ditetapkan dan masih menunggu musyawarah.
- Banyak daerah dan pesantren mengajukan diri sebagai tuan rumah, termasuk Jawa Timur, Kaltim, NTB, Sumbar, serta Pesantren Lirboyo dan Ploso.
- Hasil islah di Lirboyo menyepakati Muktamar ke-35 NU digelar sesegera mungkin, dengan pelaksanaan diserahkan kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Puji Widodo
TRIBUNMADURA.COM, JOMBANG - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengungkapkan bahwa persiapan menuju Muktamar Nahdlatul Ulama telah mulai dibahas, meski hingga kini belum ditetapkan waktu maupun lokasi pelaksanaannya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gus Yahya, sapaan akrabnya, saat menghadiri kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU di Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, pada Minggu (4/1/2026) malam.
Gus Yahya mengatakan bahwa pembahasan muktamar masih berada pada tahap awal, khususnya penyamaan persepsi di antara seluruh elemen NU sebagai bagian dari proses islah dan penguatan organisasi.
"Persiapan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, tetapi penanggalan dan tempat pelaksanaan belum ditentukan."
"Semuanya masih harus dimusyawarahkan," ucap Gus Yahya dalam keterangan yang diterima Tribun Jatim Network pada Senin (5/1/2026).
Baca juga: BREAKING NEWS: PBNU Islah di Lirboyo, Muktamar ke-35 NU Segera Digelar
Ia menjelaskan, minat menjadi tuan rumah Muktamar NU cukup tinggi.
Sejumlah wilayah telah mengajukan diri, mulai dari Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, hingga Jawa Timur.
Selain itu, beberapa pesantren besar juga menyatakan harapan menjadi lokasi penyelenggaraan muktamar.
"Banyak wilayah yang melamar, termasuk Jawa Timur. Bahkan pesantren-pesantren besar seperti Lirboyo dan Ploso juga berharap bisa menjadi tuan rumah," katanya.
Terkait wacana percepatan pelaksanaan muktamar yang sebelumnya mencuat dalam proses islah di Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Gus Yahya menegaskan bahwa langkah tersebut hanya bisa dilakukan melalui dialog dan musyawarah yang matang.
"Harus dibicarakan di forum-forum musyawarah agar tidak ada lagi pertentangan. Semua perlu memahami bahwa muktamar itu penting bagi NU," tegasnya.
Menurutnya, Muktamar NU tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat persatuan di tengah dinamika internal NU yang besar dan kompleks.
"NU ini organisasi besar dengan jumlah warga yang sangat banyak."
"Perbedaan pendapat tidak bisa dihindari, tapi muktamar justru menjadi ruang untuk menyatukan kembali pandangan," ungkapnya.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
KH Yahya Cholil Staquf
muktamar
Nahdlatul Ulama
Tribun Madura
| Kades Buncitan Sidoarjo Dipastikan Tewas Bukan karena Dibunuh, Polisi Beber Rekaman CCTV |
|
|---|
| Satu Lagi Korban Tenggelamnya Perahu Muat Besi Tua di Gresik Ditemukan, 1 ABK dalam Pencarian |
|
|---|
| Alasan Polda Jatim Musnahkan 22,2 Kg Kokain Tak Bertuan yang Ditemukan di Sumenep |
|
|---|
| Wanita Pedagang Sayur di Lumajang Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Motor Raib, Diduga Korban Begal |
|
|---|
| Dalih Nikah Siri, Pria di Sampang Diduga Rudapaksa Remaja 17 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Ketua-Umum-Pengurus-Besar-Nahdlatul-Ulama-KH-Yahya-Cholil-Staquf-atau-Gus-Yahya.jpg)