Kamis, 21 Mei 2026

DPR RI: Program MBG Dapat Membantu Ringankan Beban Keluarga yang Berpenghasilan Rendah

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB itu dihadiri oleh ratusan peserta yang sudah antusisas menantikan program Makan Bergizi Gratis

Tayang:
Editor: Syamsul Arifin
Istimewa
SOSIALSIASI - Komisi IX DPR RI bersama Badann Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG kali ini di Desa Ngujang, Kec. Kedungwaru, Tulungagung, pada Jum’at (6/2). 
Ringkasan Berita:
  • Program MBG disosialisasikan di Tulungagung, hadir ratusan peserta dari berbagai unsur.
  • Tujuan utama: penuhi gizi anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sekaligus turunkan stunting.
  • MBG juga libatkan UMKM, petani, dan nelayan untuk memperkuat ekonomi lokal.

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG – Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri ratusan peserta, termasuk camat, kepala desa, pilar sosial, serta orang tua siswa Sekolah Rakyat.

Sosialisasi di Desa Ngujang

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB itu dihadiri oleh ratusan peserta yang sudah antusisas menantikan program Makan Bergizi Gratis didaerahnya.

Baca juga: Akses Sempit Menuju Sekolah, Siswa dan Guru SD di Bangkalan Jalan Kaki Jemput MBG

Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, menyampaikan latar belakang dari terbentuknya program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya strategis pemerintah untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. 

“Program MBG bertujuan untuk memenuhi gizi seimbang bagi anak-anak/siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui dan balita, sekaligus menurunkan angka stunting serta meringankan beban keluarga berpenghasilan rendah,” ujar Heru Tjahjono.

Harapan dan Implementasi

Selain itu, pelaksanaan program MBG juga berdampak pada sektor ekonomi, sebab melibatkan UMKM, petani dan nelayan sehingga memperkuat ekonomi lokal, membuka lapangan kerja dan mendukung ketahanan pangan.

“Sekarang yang harus kita bangun adalah kami dari Komisi IX yang sudah keliling seluruh Indonesia untuk melihat apakah program ini sudah berjalan secara komprehensif dan menyeluruh di masyarakat,” tambah Heru.

Dengan adanya sosialisasi program MBG di Tulungagung ini diharapkan pemberdayaan lokal setiap satuan pendidikan yang menjalankan MBG mendapatkan pasokan bahan makanan dari lingkungan sekitarnya.

Satgas dan Koperasi setempat berperan sebagai pengkondisi atau koordinator untuk memastikan rantai pasok dari desa berjalan lancar.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved