Kamis, 7 Mei 2026

Lebaran 2026

Apa Itu Lebaran Ketupat atau Bakdo Kupat? Ini Sejarah, Makna dan Tradisinya di Tanah Jawa

Lebaran Ketupat atau Bakdo Kupat jadi tradisi khas Jawa usai Idulfitri. Simak sejarah, makna, dan filosofi ketupat yang penuh simbol kebersamaan.

Tayang:
Penulis: Mauidhotun Nisa | Editor: Dwi Prastika
TribunMadura.com/Mauidhotun Nisa
KETUPAT - Suasana Ibu-ibu di Desa Pucangan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, gotong royong membuat bungkus ketupat, sebagai persiapan Lebaran Ketupat, Kamis (26/3/2026). Lebaran Ketupat 2026 akan dirayakan pada Sabtu (28/3/2026) mendatang. 

Ringkasan Berita:
  • Lebaran Ketupat atau Bakdo Kupat dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idulfitri, tepatnya 8 Syawal, sebagai tradisi khas masyarakat Jawa.
  • Tradisi ini identik dengan membuat dan membagikan ketupat serta mempererat silaturahmi antarkeluarga dan tetangga.
  • Ketupat memiliki makna filosofis, seperti simbol penyucian diri, kemenangan setelah Ramadan, dan lambang persatuan.

TRIBUNMADURA.COM – Lebaran Ketupat atau yang dikenal juga dengan Bakdo Kupat atau Riyoyo Kupat merupakan tradisi khas masyarakat Jawa yang dirayakan pada Bulan Syawal, tepatnya sekitar satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri.

Tradisi ini masih terus dilestarikan hingga kini, terutama di berbagai daerah di Pulau Jawa.

Lebaran Ketupat biasanya dirayakan pada tanggal 8 Syawal, setelah umat Muslim menjalankan puasa sunnah selama enam hari di Bulan Syawal.

Lebaran Ketupat 2026 akan dirayakan pada Sabtu (28/3/2026) mendatang.

Mengutip dari BangkaPos.com, Lebaran Ketupat menjadi momen penting bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, bersilaturahmi, serta menggelar berbagai kegiatan seperti hajatan dan reuni.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari TribunPalu.com, istilah “Bakdo Kupat” berasal dari bahasa Jawa, di mana “bakdo” berarti "Lebaran" dan “kupat” berarti "ketupat."

Baca juga: Jelang Lebaran Ketupat, Banyak Warga Malang Mulai Berburu Janur, Pedagang Musiman Banjir Rezeki

Makna Lebaran Ketupat

Lebaran Ketupat tidak hanya sekadar tradisi makan bersama, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Jawa.

Pertama, ketupat menjadi simbol penyucian diri.

Ketupat yang terbuat dari beras dan dibungkus anyaman janur melambangkan proses manusia dalam membersihkan diri setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

Saat dibelah, ketupat yang berwarna putih mencerminkan hati yang bersih dan suci.

Kedua, proses pembuatan ketupat juga mengandung filosofi kehidupan.

Anyaman janur yang rumit melambangkan berbagai kesalahan manusia, sementara isi beras yang dimasak hingga matang menggambarkan upaya memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Selain itu, ketupat juga melambangkan kemenangan.

Perayaan ini menjadi bentuk rasa syukur setelah berhasil menjalankan ibadah puasa Ramadan serta puasa sunnah Syawal.

Tak hanya itu, Bakdo Kupat juga dimaknai sebagai simbol persatuan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved