Kamis, 7 Mei 2026

Berita Jombang

Warga Jombang Kritisi Pengadaan Seragam Wakil Rakyat yang Capai Rp 500 Juta: Anggaran Bisa Dialihkan

Mereka menyuarakan penolakan terhadap anggaran pengadaan seragam anggota dewan di Jombang tahun 2026 yang nilainya mencapai sekitar Rp 500 juta.

Tayang:
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Anggit Puji Widodo
UNJUK RASA - Aksi unjuk rasa massa Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) pertanyakan anggaran hampir setengah miliar rupiah untuk seragam dewan. Aksi ini digelar di depan Kantor DPRD Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (7/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Aksi Forum Rembug Masyarakat Jombang tolak anggaran seragam DPRD Jombang senilai Rp 500 juta pada tahun 2026.
  • Massa kritik DPRD Kabupaten Jombang karena pengadaan dinilai tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
  • Pemerintah Kabupaten Jombang sebut anggaran seragam telah tercantum dalam DPA dan menunggu keputusan pengguna anggaran.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Anggit Puji Widodo

TRIBUNMADURA.COM, JOMBANG - Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) ramai-ramai menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Jombang, Jawa Timur, Selasa (7/4/2026).

Mereka menyuarakan penolakan terhadap anggaran pengadaan seragam anggota dewan tahun 2026 yang nilainya mencapai sekitar Rp 500 juta.

Anggaran itu mencakup empat jenis pakaian dinas, yakni pakaian sipil harian, pakaian sipil resmi, pakaian sipil lengkap, serta pakaian khas daerah.

Dalam demonstrasi itu, massa menampilkan aksi simbolik dengan menyajikan kopi menggunakan wadah berbahan daun.

Cara tersebut menjadi sindiran terhadap mahalnya harga plastik yang dinilai semakin membebani masyarakat, namun berbanding lurus dengan pengadaan seragam untuk wakil rakyat.

Ketua FRMJ, Joko Fattah Rochim, menyatakan, kebijakan tersebut tidak mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

Ia menilai, kenaikan harga kebutuhan pokok, termasuk bahan plastik, telah berdampak pada pelaku usaha kecil.

Menurutnya, pengadaan seragam dewan merupakan program rutin yang perlu dievaluasi.

Ia mempertanyakan urgensi anggaran tersebut karena seragam sebelumnya dinilai masih layak digunakan.

"Jika masih bisa dimanfaatkan, seharusnya tidak perlu ada pengadaan baru. Anggaran bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak," ucapnya saat dikonfirmasi Tribun Jatim Network di depan DPRD Jombang.

Baca juga: Anggaran Sarpras Budi Daya Ikan Rp 1,6 Miliar, DPRD Sumenep Minta Pengawasan Ketat

Selain itu, massa juga menyoroti ketidakhadiran anggota DPRD saat aksi berlangsung.

Para legislator diketahui tengah menjalankan kunjungan kerja di luar daerah.

"Yang tidak dimakan saja seperti plastik ini harganya sudah mahal setengah mati. Sembako juga naik, kami-kami ini yang mau jualan juga tidak berani menaikkan harga," kata pria yang akrab disapa Cak Fattah ini.

FRMJ juga turut menyinggung kebijakan penghematan energi yang diterapkan pemerintah daerah.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved