Kamis, 4 Juni 2026

Mengulas Sejarah Pesantren di Jawa Timur, Bertahan dari Masa Pra-Islam

Pondok Pesantren di Jawa Timur ternyata berakar dari tradisi pra-Islam. Di balik kesuksesannya, ada peran Walisongo membentuk sistem pendidikan.

Tayang:
Penulis: Kevin Dimas Prasetya | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Didik Mashudi
PONPES AL FALAH - Ribuan santri dan alumni santri Ponpes Al Falah menghadiri kick off Harlah Satu Abad Ponpes Ploso, Kabupaten Kediri, Minggu (19/5/2024). Sistem pendidikan pondok pesantren di Jawa Timur memiliki akar sejarah panjang yang bahkan telah muncul sebelum kedatangan Islam. 

Ringkasan Berita:
  • Sejarah pesantren di Jawa Timur berawal dari sistem kawikuan pada masa Hindu Jawa yang kemudian berkembang setelah masuknya Islam.
  • Tokoh seperti Syekh Malik Ibrahim, Sunan Ampel, hingga Sunan Giri berperan penting dalam penyebaran pesantren. Sistem ini bertahan karena kharisma kiai dan pola pendidikan berbasis pondok.
  • Pesantren juga melahirkan jaringan lembaga baru, seperti Termas, Tebuireng, dan Lirboyo, yang menjadi pusat pendidikan Islam di Jawa.

TRIBUNMADURA.COM – Sistem pendidikan pondok pesantren di Jawa Timur memiliki akar sejarah panjang yang bahkan telah muncul sebelum kedatangan Islam.

Hal ini menunjukkan, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, melainkan hasil perkembangan budaya lokal yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat, Jumat (10/4/2026).

Berdasarkan sumber dari disperpusip.jatimprov.go.id, cikal bakal pesantren disebut berasal dari sistem kawikuan, yakni lembaga pendidikan pada masa Hindu Jawa.

Menurut Kern, kawikuan merupakan prototipe dari pondok yang kemudian berkembang menjadi pesantren seperti dikenal saat ini.

Baca juga: Alasan Kiai Kediri Berharap Muktamar NU ke-35 Kembali Digelar di Pondok Pesantren

Awal Mula Berdirinya Pesantren

Pendirian pesantren berawal dari pengakuan masyarakat terhadap keunggulan seorang tokoh yang memiliki ilmu pengetahuan dan kesalehan tinggi.

Tokoh tersebut kemudian menjadi pusat pembelajaran, sehingga banyak orang datang untuk menimba ilmu.

Keunggulan seorang tokoh tidak hanya terletak pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pada ketakwaan, akhlak, serta perilaku sehari-hari.

Faktor inilah yang membuat pesantren mampu berkembang dan diterima luas oleh masyarakat.

Baca juga: Jejak Sejarah Ponpes Syaichona Moh Cholil Bangkalan, Berdiri sejak Tahun 1861

Peran Walisongo dalam Perkembangan Pesantren

Masuknya Islam ke Jawa Timur memperkuat eksistensi pesantren.

Sejumlah tokoh penting yang berperan dalam pendirian pesantren antara lain:

  • Syekh Malik Ibrahim (1419), sebagai pelopor pendirian pesantren di Jawa
  • Syekh Magribi, pendiri pesantren pertama di Gresik
  • Sunan Bonang di Tuban
  • Sunan Ampel di Surabaya
  • Sunan Giri di wilayah Sidomukti (Giri Kedaton)

Pesantren yang didirikan para tokoh tersebut tidak hanya menarik santri dari Jawa, tetapi juga dari Madura, Lombok, hingga Sulawesi.

Sistem Pendidikan yang Bertahan Lama

Seiring berkembangnya Islam, sistem pesantren terus bertahan hingga kini.

Sistem ini memiliki kemiripan dengan pendidikan padepokan pada masa Hindu Jawa, yang menekankan hubungan erat antara guru dan murid.

Ketahanan pesantren selama berabad-abad tidak lepas dari kharisma seorang kiai sebagai tokoh sentral.

Selain memiliki pengetahuan agama mendalam, kiai juga dikenal karena sifat mulia dan kerap dihormati bahkan dikeramatkan oleh masyarakat.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved