Mengulas Sejarah Pesantren di Jawa Timur, Bertahan dari Masa Pra-Islam
Pondok Pesantren di Jawa Timur ternyata berakar dari tradisi pra-Islam. Di balik kesuksesannya, ada peran Walisongo membentuk sistem pendidikan.
Penulis: Kevin Dimas Prasetya | Editor: Dwi Prastika
Ringkasan Berita:
- Sejarah pesantren di Jawa Timur berawal dari sistem kawikuan pada masa Hindu Jawa yang kemudian berkembang setelah masuknya Islam.
- Tokoh seperti Syekh Malik Ibrahim, Sunan Ampel, hingga Sunan Giri berperan penting dalam penyebaran pesantren. Sistem ini bertahan karena kharisma kiai dan pola pendidikan berbasis pondok.
- Pesantren juga melahirkan jaringan lembaga baru, seperti Termas, Tebuireng, dan Lirboyo, yang menjadi pusat pendidikan Islam di Jawa.
TRIBUNMADURA.COM – Sistem pendidikan pondok pesantren di Jawa Timur memiliki akar sejarah panjang yang bahkan telah muncul sebelum kedatangan Islam.
Hal ini menunjukkan, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan, melainkan hasil perkembangan budaya lokal yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat, Jumat (10/4/2026).
Berdasarkan sumber dari disperpusip.jatimprov.go.id, cikal bakal pesantren disebut berasal dari sistem kawikuan, yakni lembaga pendidikan pada masa Hindu Jawa.
Menurut Kern, kawikuan merupakan prototipe dari pondok yang kemudian berkembang menjadi pesantren seperti dikenal saat ini.
Baca juga: Alasan Kiai Kediri Berharap Muktamar NU ke-35 Kembali Digelar di Pondok Pesantren
Awal Mula Berdirinya Pesantren
Pendirian pesantren berawal dari pengakuan masyarakat terhadap keunggulan seorang tokoh yang memiliki ilmu pengetahuan dan kesalehan tinggi.
Tokoh tersebut kemudian menjadi pusat pembelajaran, sehingga banyak orang datang untuk menimba ilmu.
Keunggulan seorang tokoh tidak hanya terletak pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pada ketakwaan, akhlak, serta perilaku sehari-hari.
Faktor inilah yang membuat pesantren mampu berkembang dan diterima luas oleh masyarakat.
Baca juga: Jejak Sejarah Ponpes Syaichona Moh Cholil Bangkalan, Berdiri sejak Tahun 1861
Peran Walisongo dalam Perkembangan Pesantren
Masuknya Islam ke Jawa Timur memperkuat eksistensi pesantren.
Sejumlah tokoh penting yang berperan dalam pendirian pesantren antara lain:
- Syekh Malik Ibrahim (1419), sebagai pelopor pendirian pesantren di Jawa
- Syekh Magribi, pendiri pesantren pertama di Gresik
- Sunan Bonang di Tuban
- Sunan Ampel di Surabaya
- Sunan Giri di wilayah Sidomukti (Giri Kedaton)
Pesantren yang didirikan para tokoh tersebut tidak hanya menarik santri dari Jawa, tetapi juga dari Madura, Lombok, hingga Sulawesi.
Sistem Pendidikan yang Bertahan Lama
Seiring berkembangnya Islam, sistem pesantren terus bertahan hingga kini.
Sistem ini memiliki kemiripan dengan pendidikan padepokan pada masa Hindu Jawa, yang menekankan hubungan erat antara guru dan murid.
Ketahanan pesantren selama berabad-abad tidak lepas dari kharisma seorang kiai sebagai tokoh sentral.
Selain memiliki pengetahuan agama mendalam, kiai juga dikenal karena sifat mulia dan kerap dihormati bahkan dikeramatkan oleh masyarakat.
sejarah pesantren
Sejarah Pondok Pesanten
Jawa Timur
Walisongo
TribunMadura.com
Madura
Berita Tribun Madura
Tribun Madura
berita Tribun Madura hari ini
meaningful
Ponpes Lirboyo Kediri
Sunan Bonang
| Madura Terpopuler: Pemuda di Jembatan Laris Sampang hingga Penangkapan Maling Laptop di Bangkalan |
|
|---|
| Persebaya Menang Besar 7 Gol Tanpa Balas dari Semen Padang, Tavares Minta Pemain Rendah Hati |
|
|---|
| Patroli Gabungan 'Jumat Gaul' Antisipasi Konvoi dan Balap Liar di Kediri, Petugas Sisir Titik Rawan |
|
|---|
| Harga Telur di Ponorogo Anjlok, Peternak Minta Pemerintah Bertindak: Jangan Kalau Naik Saja |
|
|---|
| Kebakaran Pabrik Arang di Kediri Diduga Dipicu Masalah Mesin Blower, Api Berhasil Padam dalam 3 Jam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Santri-dan-alumni-santri-menghadiri-kick-off-Harlah-Satu-Abad-Ponpes-Al-Falah-Ploso.jpg)