Minggu, 26 April 2026

Ramadan 2026

Sering Ditunda, Ini Waktu yang Dianjurkan untuk Mengganti Puasa Ramadan

Kapan waktu terbaik mengganti puasa Ramadan? Majelis Ulama Indonesia menyarankan qadha puasa dilakukan sesegera mungkin setelah Ramadan.

Penulis: Kevin Dimas Prasetya | Editor: Dwi Prastika

Ringkasan Berita:
  • Sebagian umat Muslim tidak dapat menjalankan puasa penuh selama Ramadan karena sejumlah alasan, seperti haid, sakit, atau kondisi kesehatan tertentu.
  • Puasa yang terlewat wajib diganti di hari lain melalui qadha.
  • Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas, menganjurkan agar qadha puasa dilakukan sesegera mungkin setelah Ramadan berakhir.

TRIBUNMADURA.COM - Puasa di Bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat.

Dalam kondisi tertentu, seseorang diperbolehkan tidak menjalankannya, seperti perempuan yang sedang haid, orang yang sakit, atau mereka yang harus mengonsumsi obat karena alasan kesehatan.

Hari puasa yang ditinggalkan tetap harus diganti di waktu lain melalui qadha puasa.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kapan waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan pengganti puasa tersebut.

Baca juga: Menjelang Lebaran Selalu Dinanti, Begini Sejarah Munculnya THR di Indonesia

Waktu Terbaik Mengganti Puasa

Mengganti puasa Ramadan atau qadha merupakan kewajiban bagi umat Islam yang meninggalkan puasa karena alasan tertentu.

Pelaksanaannya dianjurkan dilakukan sesegera mungkin setelah Bulan Ramadan berakhir.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengatakan, umat Islam sebaiknya tidak menunda untuk mengganti puasa yang tertinggal.

“Mengganti puasa hendaklah disegerakan,” ujar Anwar Abbas, dikutip dari Kompas.com pada Senin (9/3/2026).

Menurutnya, setelah Ramadan selesai, seseorang dianjurkan segera melaksanakan qadha puasa.

Namun, ada waktu tertentu yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa, yaitu pada Hari Raya Idulfitri.

Karena itu, qadha puasa baru dapat dilakukan setelah hari raya tersebut berlalu.

“Puasa dapat dilakukan setelah Idulfitri,” tambahnya.

Baca juga: Tips Aman Berpuasa bagi Penderita Penyakit Maag dan Asam Lambung

Niat Qadha Puasa Ramadan

Seperti puasa wajib lainnya, qadha puasa Ramadan harus diawali dengan niat yang diucapkan dalam hati sebelum waktu subuh.

Berikut bacaan niat qadha puasa Ramadan:

Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta'ala.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved