Rabu, 20 Mei 2026

Lebaran 2026

Sejarah dan Makna Idulfitri: Awal Perayaan Masa Nabi Muhammad hingga Tradisi Lebaran

Idulfitri menandai berakhirnya Ramadan. Simak sejarah, makna spiritual, dan tradisi Lebaran di Indonesia yang penuh kebersamaan dan saling memaafkan.

Tayang:
Penulis: Mauidhotun Nisa | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/Mauidhotun Nisa
SALAT IDULFITRI - Suasana salat Idulfitri di halaman Masjid Mujahidin Tuban, Jawa Timur, pada tahun 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Idulfitri merupakan hari raya umat Islam yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
  • Secara sejarah, Idulfitri pertama kali dirayakan pada tahun kedua Hijriah atau sekitar 624 Masehi setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
  • Di Indonesia, perayaan Idulfitri juga diwarnai berbagai tradisi seperti mudik, salat Id berjamaah, bermaaf-maafan, serta menyajikan hidangan khas seperti ketupat dan opor ayam.

TRIBUNMADURA.COM – Idulfitri atau yang lebih dikenal masyarakat Indonesia dengan sebutan Lebaran, merupakan salah satu hari raya terbesar bagi umat Islam di seluruh dunia.

Perayaan ini menandai berakhirnya bulan suci Ramadan, bulan penuh berkah, di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Selama Ramadan, umat Islam menahan diri dari makan, minum, serta berbagai hal yang dapat membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Selain itu, Ramadan juga menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, umat Islam kemudian merayakan Idulfitri sebagai bentuk rasa syukur sekaligus simbol kemenangan spiritual.

Hari raya ini tidak hanya menjadi momen kebahagiaan, tetapi juga memiliki sejarah dan makna yang sangat mendalam dalam kehidupan umat Muslim.

Baca juga: Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadan, Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan

Sejarah Idulfitri

Mengutip dari TribunMedan.com, secara historis, Idulfitri pertama kali dirayakan pada tahun kedua Hijriah atau sekitar tahun 624 Masehi.

Perayaan ini terjadi setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah.

Pada masa itu, Allah SWT menurunkan wahyu yang menetapkan puasa Ramadan sebagai kewajiban bagi umat Islam.

Setelah menjalani puasa Ramadan untuk pertama kalinya, umat Islam kemudian merayakan hari kemenangan yang dikenal sebagai Idulfitri.

Sejak saat itu, Idulfitri menjadi salah satu hari raya utama dalam Islam yang dirayakan setiap tahun oleh umat Muslim di berbagai penjuru dunia.

Perayaan Idulfitri biasanya dimulai dengan pelaksanaan salat Idulfitri yang dilakukan pada pagi hari setelah matahari terbit.

Salat sunnah ini umumnya dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka.

Setelah salat Idulfitri, khatib akan menyampaikan khutbah yang berisi pesan-pesan keagamaan, seperti pentingnya bersyukur kepada Allah SWT, menjaga persaudaraan, serta terus meningkatkan amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain melaksanakan salat Id, umat Islam juga diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved