Hikmah Ramadan
Arti Mukasyafah dan Keutamaannya
Secara literal, mukasyafah berarti "penyingkapan," yaitu penyingkapan dan penampakan sesuatu yang abstrak dan terselubung (mahjub).
Mukasyafah
Oleh: Menteri Agama Prof Dr H Nasaruddin Umar.
TRIBUNMADURA.COM - Jika seseorang telah berupaya sedemikian rupa mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah SWT, terutama selama di bulan suci Ramadan, maka tidak mustahil Allah SWT akan memberinya bonus sesuai ketetapan Allah SWT.
Di antara bonus yang paling diharapkan setiap salik (pencari Tuhan) ialah mukasyafah.
Secara literal, mukasyafah berarti "penyingkapan," yaitu penyingkapan dan penampakan sesuatu yang abstrak dan terselubung (mahjub).
Dalam bahasa tasawuf, mukasyafah dihubungkan dengan orang yang memiliki kemampuan untuk menyingkap rahasia dan misteri alam gaib, baik alam gaib relatif maupun alam gaib mutlak.
Alam gaib tidak sama bagi setiap orang. Tipis tidaknya atau transparansi alam gaib tidak sama bagi setiap orang.
Semakin tinggi ketaatan dan keikhlasan seseorang semakin besar peluang untuk mencapai tingkat mukasyafah. Sebaliknya semakin rendah tingkat ketaatan dan keikhlasan seseorang semakin tebal pula penutup (hijab) yang menghalang untuk mencapai mukasyafah.
Hal-hal yang bisa menghijab seseseorang untuk mencapai mukasyafah ialah dosa dan maksiat.
Sungguhpun orang tidak berdosa dan bermaksiat dan telah melakukan ibadah dan berbagai ketaatan individu dan sosial tetap tidak ada jaminan dapat mencapai mukasyafah. Pencapaian mukasyafah sangat ditentukan oleh keridaan Allah SWT.
Baca juga: Kekuatan Basmalah yang Merupakan Inti Alquran
Orang yang mencapai mukasyafah memiliki banyak keutamaan.
Selain mampu memahami sejumlah rahasia Allah SWT juga biasanya diberi kemampuan untuk melakukan sesuatu yang “luar biasa” (khariq li al-‘adah) yang tidak bisa dilakukan orang-orang biasa.
Perbuatan “luar biasa” itu biasa disebut dengan karamah. Para wali yang rata-rata sudah mencapai tingkat mukasyafah bisa melakukan sesuatu yang bersifat ajaib atas izin kekasihnya, yaitu Allah SWT. Namun perlu dibedakan antara karamah, mukjizat, dan sikhr.
Karamah merupakan perbuatan luar biasa yang diberikan Tuhan kepada para wali atau hamba tertentu yang dipilih-Nya.
Sementara mukjizat adalah perbuatan luar biasa khusus diberikan kepada para nabi dan rasul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ilustrasi-MUKASYAFAH-Arti-Mukasyafah-dalam-artikel-Hikmah-Ramadan-2026-yang-tayang-pada-Selasa.jpg)