Senin, 18 Mei 2026

Championship 2025

Emosi Widodo Meledak, Protes Keras Keputusan VAR di Laga Deltras Vs Persela

Pelatih Deltras FC, Widodo Cahyono Putro, mengaku sangat emosional terhadap keputusan wasit saat timnya menjamu Persela Lamongan

Tayang:
Penulis: Khairul Amin | Editor: Taufiq Rochman
Deltras FC
JUMPA PERS - Pelatih Deltras FC, Widodo Cahyono Putro (kiri) dan perwakilan pemain, Panggih Prio saat jumpa pers ketika menjamu Persela Lamongan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (11/11/2025) malam. 
Ringkasan Berita:
  • Pelatih Widodo Cahyono Putro sangat emosional karena dua gol Deltras dianulir lewat VAR, sementara gol Persela tidak semuanya diperiksa
  • Widodo bahkan sempat ingin menarik tim keluar lapangan dan langsung masuk ke ruang ganti usai laga tanpa menyanyikan anthem bersama suporter karena kecewa berat
  • Kekalahan 1-2 membuat Deltras tetap di posisi keempat dengan 17 poin, sementara Persela naik ke puncak klasemen dengan 20 poin, unggul head to head dari PSS Sleman

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Pelatih Deltras FC, Widodo Cahyono Putro, mengaku sangat emosional terhadap keputusan wasit saat timnya menjamu Persela Lamongan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (11/11/2025) malam.

The Lobster harus mengakui keunggulan tamunya Laskar Joko Tingkir 1-2 di akhir pertandingan.

Tensi pertandingan pekan ke-10 Grup B Championship 2025/2026 antara Deltras FC vs Persela sempat memanas.

Widodo, ofisial Deltras FC, juga pemain Deltras FC beberapa kali melakukan protes keras terhadap keputusan wasit Annas Apriliandi yang dinilai mereka tidak fair.

Termasuk keputusan menganulir dua gol Deltras FC berdasarkan review VAR.

Baca juga: Sosok Neville Tengeg, Top Skor Deltras FC Dipuji Widodo C Putro

Akibat protes, pertandingan yang berkesudahan 1-2 untuk Persela itu beberapa kali harus dihentikan.

Widodo Akui Emosi

Bahkan, ada momen Widodo C Putro meminta pemainnya untuk keluar ke pinggir lapangan agar tidak melanjutkan pertandingan, meski keinginan tersebut tidak terealisasi.

Akibat pertandingan sering terhenti, wasit memberikan waktu tambahan di babak kedua hingga 15 menit.

"Saya enggak pernah begini selama saya menukangi pelatihan sampai hari ini. Ini tingkat emosionalnya sangat tinggi," kata Widodo Cahyono Putro.

"Kenapa gol-gol kami selalu di cek VAR dan gol-gol mereka enggak selalu di cek VAR," tambahnya.

Akibat emosional yang memuncak, Widodo bahkan langsung balik ke locker room begitu pertandingan selesai.

Tidak sempat menyanyikan anthem Deltras FC yang biasa dilakukan setelah pertandingan antara tim dengan suporter.

"Jadi mohon maaf suporter, saya langsung ke dalam begitu selesai, tidak menyanyikan anthem karena emosional sekali," terang Widodo.

Laga ini memang berlangsung dengan tensi tinggi sepanjang pertandingan, selain gengsi sesama tim asal Jawa Timur.

Dimana pertemuan putaran pertama saat bermain di kandang Persela, Deltras FC menang 1-2.

Kedua tim yang memiliki poin sama 17 sedang mengincar kemenangan untuk berebut puncak klasemen.

"Terimakasih pada pemain yang sudah berjuang keras. Tetap semangat, tidak boleh putus asa karena VAR," kata Widodo.

"Saya terima kasih kepada teman-teman supporter yang terus menyemangati dari awal hingga akhir pertandingan," pungkasnya.

Kekalahan dari Persela membuat Deltras FC tetap ada di peringkat empat klasemen dengan poin 17.

Sementara Persela melesat ke puncak klasemen sementara dengan poin 20, menggeser PSS Sleman yang memiliki poin sama, tapi kalah head to head.

Dengan catatan, PSS Sleman belum menjalani laga pekan ini.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved