Selasa, 5 Mei 2026

Super League

Dalih Van Gastel Usai PSIM Dipermak Persebaya 0-3 di Stadion Sultan Agung

PSIM Yogyakarta harus tumbang 0-3 dari tamunya Persebaya di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026)

Tayang:
Penulis: Khairul Amin | Editor: Taufiq Rochman
Istimewa/Persebaya
SEPAKAN - Striker anyar Persebaya, melepaskan sepakan kencang yang membobol gawang PSIM Yogyakarta, di Stadion Sultan Agung, Bantul Minggu (25/1/2026). Bajol Ijo menang 0-3 

Ringkasan Berita:
  • PSIM Yogyakarta kalah telak 0-3 dari Persebaya pada pekan ke-18 Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, gol dicetak Gali Freitas, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto.
  • Kesalahan antisipasi dan risiko bermain terbuka jadi faktor utama kekalahan PSIM, terutama saat mencoba mengejar ketertinggalan di babak kedua.
  • Kekalahan ini memutus tren positif PSIM (4 laga tanpa kalah) dan membuat mereka turun ke peringkat 7 klasemen dengan 30 poin.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin

TRIBUNMADURA.COM, BANTUL - PSIM Yogyakarta harus tumbang 0-3 dari tamunya Persebaya di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026).

Tiga gol kemenangan Persebaya pada laga pekan ke-18 Super League 2025/2026 ini dicetak Gali Freitas menit 34, Bruno Paraiba menit 73, dan Rachmat Irianto menit 83.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-paul van Gastel menilai gol pertama Persebaya karena pemainnya salah antisipasi.

"Saya rasa babak pertama kami bermain cukup baik. Kami tahu Persebaya hanya menunggu kami melakukan kesalahan."

"Dan saya rasa pada gol pertama kami tidak berada di posisi yang tidak tepat," kata Van Gastel setelah pertandingan.

Baca juga: Persebaya Bantai PSIM Yogyakarta 3-0, Bernardo Tavares Senang namun Singgung Catatan Perbaikan

Pelatih asal Belanda itu coba melakukan kontra strategi lebih menyerang di babak kedua setelah tertinggal 0-1 di babak pertama.

"Kami harus mengambil lebih banyak risiko (bermain lebih terbuka) untuk mencetak gol, tetapi ini artinya kami bermain lebih terbuka," ucapnya.

"Jadi lebih banyak risiko, lebih banyak peluang bagi mereka," tambah Van Gastel.

Sejumlah pemain tipe menyerang dimasukkan di babak kedua. Namun, situasi ini justru membuat sulit PSIM Yogyakarta.

Serangan yang dibangun sulit menembus pertahanan Persebaya. Sebaliknya, kurang siap mengantisipasi serangan balik.

Lengahnya pertahanan dimanfaatkan maksimal Persebaya untuk menambah satu gol Bruno Paraiba menit 73.

"Dan itu menunjukkan semuanya bahwa saya harus mengakhiri pertandingan dengan Rio dan Rahmatsho sebagai bek tengah," pungkas Van Gastel.

Ubahan itu juga tidak berjalan efektif. Persebaya justru kembali menambah satu gol untuk mengakhiri pertandingan 0-3.

Pemain PSIM Yogyakarta, Andy Setyo mengaku kekalahan dari Persebaya menjadi pelajaran penting.

Hasil yang memutus trend positif PSIM Yogyakarta empat pertandingan terakhir tidak terkalahkan, dua imbang, sisanya menang.

"Tentu ini bukan hasil yang kami harapkan. Ini jadi pembelajaran buat kami untuk lebih baik lagi ke depan," kata Andy Setyo.

Gagal mendapat tambahan poin membuat PSIM Yogyakarta harus tergusur ke peringkat tujuh klasemen sementara dengan poin 30

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved