Selasa, 14 April 2026

Lebaran 2026

Winda Sari Ceritakan Butuh Waktu 37 Jam Mudik dari Denpasar Menuju Malang Imbas Macet Parah

Perempuan yang bekerja di Denpasar itu harus menghadapi kemacetan panjang saat hendak menyeberang dari Bali menuju Banyuwangi.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
SIMULASI - Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono saat mensimulasikan TBB dengan waktu singkat pada kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU). Ia meminta operator pelabuhan untuk membatasi waktu TBB, Senin (16/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Perjalanan mudik dari Denpasar menuju Malang mencapai 37 jam akibat kemacetan parah.
  • Pemudik terpaksa meninggalkan kendaraan dan menggunakan ojek untuk mempercepat sampai pelabuhan.
  • Lonjakan kendaraan dipicu mudik awal, libur sekolah, dan Hari Raya Nyepi di Bali.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nurika Anisa

TRIBUNMADURA.COM, BANYUWANGI - Mudik dari Denpasar, Bali, ke Malang, Jawa Timur, yang biasa ditempuh 10 jam, berubah menjadi 37 jam.

Itulah yang dialami Winda Sari (32).

Perempuan yang bekerja di Denpasar itu harus menghadapi kemacetan panjang saat hendak menyeberang dari Bali menuju Banyuwangi.

Winda Sari bahkan mengatakan, ini menjadi perjalanan mudik terlama sepanjang hidupnya.

Ia berangkat bersama suami dan anaknya yang masih berusia dua tahun dengan harapan bisa segera berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Namun harapan tersebut berubah menjadi perjalanan panjang akibat kemacetan parah menuju pelabuhan.

“Macet parah, naik bus, ditambah antre kapal. Total kemarin 20 jam perjalanan dari Denpasar sampai antre kapal,” ujar Winda, Senin (16/3/2026).

Ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju Malang dengan total perjalanan mencapai 37 jam.

“Kalau total 37 jam baru sampai Malang. Ini mudik terlama saya,” katanya.

Baca juga: Jalur Menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali Macet Parah, ASDP Tetapkan Operasi Sangat Padat

Macet Parah

Pengalaman serupa juga dialami Ansori (43), warga Sidoarjo yang mudik dari Denpasar menuju Jawa.

Ia mengatakan, kemacetan parah terjadi di sekitar wilayah Melaya dan Hutan Cekik, menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali.

Karena antrean kendaraan yang sangat panjang, Ansori akhirnya memilih turun dari bus dan melanjutkan perjalanan menggunakan ojek menuju pelabuhan.

“Antrean lebih dari 20 kilometer, jadi saya turun naik ojek. Kalau tidak begitu bisa ketinggalan kereta. Mending nunggu lama tapi di stasiun,” ujar Ansori saat ditemui di Stasiun Ketapang, Banyuwangi.

Menurutnya, pengemudi ojek lebih mengetahui jalan alternatif sehingga bisa menghindari antrean kendaraan yang panjang.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved