Jumat, 12 Juni 2026

Harga BBM Naik

Samsuri Pilih Mengayuh Sepeda 10 kilometer demi Menghemat Pengeluaran Imbas Harga Pertamax Naik

Samsuri pilih mengayuh sepeda 10 kilometer tiap hari demi menghemat pengeluaran imbas harga Pertamax naik. Sementara layanan ojek lokal naikkan tarif.

Tayang:
Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Sinca Ari Pangistu
ANTRE - Antrean kendaraan di SPBU Kembang dan SPBU Tamansari Bondowoso, Jawa Timur, sehari pascapenetapan kenaikan harga BBM jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liternya, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Tampak antrean panjang mengular. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Bondowoso beralih dari motor ke sepeda pancal akibat kenaikan harga Pertamax.
  • Sopir dan driver ojek lokal beralih ke Pertalite untuk menekan biaya operasional.
  • Antrean Pertalite di SPBU Bondowoso meningkat, sementara Pertamax terlihat sepi.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu

TRIBUNMADURA.COM, BONDOWOSO - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green 95 ternyata mengubah kebiasaan sejumlah warga Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026).

Seperti yang dialami Samsuri, warga Desa Grujugan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir pikap di toko.

Biasanya, Samsuri mengendarai sepeda motor Jupiter miliknya untuk menuju ke toko tempatnya bekerja.

​Namun mulai Kamis (11/6/2026), sepeda motor tersebut sengaja diparkir di rumah.

Bukan karena rusak, melainkan karena Samsuri ingin menghemat pengeluaran di tengah situasi ekonomi saat ini.

Ia pun memilih beralih mengendarai sepeda pancal.

​"Bapak mulai hari ini naik sepeda pancal ke toko," terang Samsudin, putra tunggal Samsuri, saat dikonfirmasi pada Kamis (11/6/2026).

​Menurutnya, sang ayah biasanya bergantian menggunakan BBM jenis Pertamax atau Pertalite, tergantung kondisi antrean di SPBU.

Namun, karena kondisi ekonomi yang kian tak menentu ditambah antrean Pertalite karena kenaikan Pertamax, ayahnya terpaksa mengayuh sepeda pancal dengan jarak sekitar 10 kilometer pulang pergi.

​"Ya bagaimana lagi, situasi ekonominya begini," ujarnya.

​Kondisi kenaikan harga Pertamax dan bahan pokok ini juga memaksa pengusaha layanan ojek lokal di Bondowoso untuk menaikkan tarif layanan mereka.

Baca juga: Harga Pertamax Naik Tanpa Basa-basi, Pemilik Motor Jadul Pasrah di Antrean SPBU Bangkalan

​Dani, pemilik (owner) layanan Bosjek, mengatakan, semula beberapa driver-nya menggunakan Pertamax demi efisiensi waktu di tengah padatnya pesanan.

Namun kini, seluruh mitranya telah beralih ke Pertalite.

Meskipun harus mengantre lebih lama, langkah ini diambil agar biaya operasional untuk BBM tidak membengkak.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved