Berita Surabaya

Awas, Pria di Surabaya Rentan Terkena Disfungsi Ereksi dan Berpengaruh Pada Hubungan Intim

Awas, Pria di Surabaya Rentan Terkena Disfungsi Ereksi dan Berdampak Pada Tertanggunya Hubungan Intim.

Awas, Pria di Surabaya Rentan Terkena Disfungsi Ereksi dan Berpengaruh Pada Hubungan Intim
TRIBUNMADURA/SULVI SOFIANA
dr Susanto Suryaatmadja Sp And, dokter spesialis andrologi dalam acara edukasi Mitos dan Fakta Disfungsi Ereksi di Hotel Four Point Sheraton, Rabu (5/12/2018). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pria yang tinggal di wilayah perkotaan besar, seperti Surabaya rentan terkena Disfungsi Ereksi (DE) yang berdampak pada hubungan intim dengan pasangan.

dr Susanto Suryaatmadja Sp And, dokter spesialis andrologi yang berpraktek di RSU Dr Soetomo Surabaya dan RS Adi Husada mengatakan, kondisi di Surabaya prevalensi penderita DE semakin lama semakin tinggi karena faktor stresnya cukup tinggi.

"Faktor tuntutan ekonomi yang tinggi membuat kemungkinan disfungsi ereksi semakin besar," ungkapnya, dalam edukasi Mitos dan Fakta Disfungsi Ereksi di Hotel Four Point Sheraton, Rabu (5/12/2018).

Mau Masukkan Motor Yamaha Yupiter ke Mobil Suzuki Carry, Pemuda di Pasuruan ini Akhirnya Masuk Bui

Menurut dr Susanto Suryaatmadja, pola hidup di kota besar seperti di Surabaya ini juga banyak yang salah. Mayoritas masyarakat tidak memperhatikan proporsi kolesterol yang dikonsumsi tiap harinya.

"Misal pagi soto, siang makan nasi padang, malam makan kepiting semuanya kolesterol dan kemudian punya faktor genetik kolesterol tinggi. Resikonya terkena DE semakin tinggi," ujarnya.

Kesadaran pasien terhadap penyebab DE dan pentingnya berkonsultasi dengan dokter merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengobatan DE.

"Disfungsi ereksi ini multifaktorial, jika harus konsultasi maka mereka harus antri dan berbayar. Akhirnya masyarakat cenderung memperbaiki DE di pinggir jalan," jelas dr Susanto Suryaatmadja.

Caleg di Pasuruan Mulai Panasi Mesin Politik Lewat Gerakan Salam 5 Jari

Kalau di Surabaya, biasanya masyarakat lebih memilih membeli jamu di pinggir-pinggir jalan tempat jual jamu. Padahal pengobatan paling baik yaitu konsultasi dan pengobatan dengan mencari penyebabnya.

"Banyak pasien di tempat saya yang malu, ada yang pesan kalau ketemu di jalan sama istri ya jangan sampai kelihayan kena," kenangnya.

Iapun menegaskan konsultasi harus dilakukan pada dokter tersumpah sehingga tidak perlu khawatir akan bocornya rahasia pasien. (Surya/Sulvi Sofiana)

Pilihan Masuk Manajemen UTM, Antar Azizah Makin Beken

Editor: Mujib Anwar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved