Berita Surabaya
Pemkot Surabaya Temui Kendala selama Perbaikan Jalan Gubeng yang Ambles
Hari ketiga perbaikan Jalan Gubeng yang ambles, Pemkot Surabaya tambah ekskavator dan alat berat.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Hari ketiga perbaikan Jalan Gubeng yang ambles, Pemkot Surabaya tambah ekskavator dan alat berat menjadi belasan untuk menyalurkan sertu ke lubang sedalam 10 meter dengan lebar 50 meter itu.
Perbaikan berlangsung 24 jam nonstop, atas permintaan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
Tri Rismaharini ingin pengurukan lubang ambles, yang membutuhkan 1800 dump truk atau setara dengan 36.000 meter kubik itu, selesai sebelum pergantian tahun.
Hari pertama pengurukan, 98 truk berhasil mengirimkan sertu ke lubang ambles, Kamis (20/12/2018) siang hingga malam hari.
• Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mewarnai Rambut Ash Colour, Usia dan Warna Kulit Dipertimbangkan
Hari ke dua, Tri Rismaharini menargetkan 400 truk sertu, namun hanya mencapai 207 truk, Jumat (21/12/2018) hingga pukul 20.00 WIB.
Hari ke tiga, sertu berhasil diantarkan sebanyak 173 truk, Sabtu (22/12/2018) sampai sore hari.
Dalam realisasinya, target yang ditetapkan Pemkot Surabaya memang menemui kendala teknis.
Kendala teknis tersebut di antaranya karena tersedianya material sertu yang harus diambil dari Gunung Penanggungan, Mojosari, Mojokerto.
• Arema FC Segera Laporkan Akmal Marhali ke Polisi, Manajemen Tengah Persiapkan Materi Pelaporan
"Kendala jarak ini menjadi salah satu faktor. Selain itu kalau hujan, para pekerja di gunung itu berhenti. Belum lagi kendala di lokasi jalan ambles," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser.
"Alat berat yang bekerja tidak bisa terus-terusan karena kondisi tanah belum stabil, jadi beberapa saat pekerjaan harus berhenti sebentar," imbuhnya.
"Namun meski begitu, Ibu (Wali Kota Risma) berusaha agar target (400 truk) bisa terealisasi, sehingga jalan juga cepat selesai," tambahnya.
• Pelatih Baru Arema FC Langsung Memimpin Latihan Perdana Singo Edan Januari Mendatang