Manfaat Berpelukan dengan Seseorang, Merangsang Ikatan Sosial hingga Hormon Dopamin
Selain membuat kita merasa hangat, ada manfaat lain yang terkandung di balik berpelukan.
TRIBUNMADURA.COM - Tanggal 21 Januari diperingati sebagai Hari Pelukan Nasional.
Peringatan Hari Pelukan Nasional ini biasanya dilakukan oleh orang-orang di Amerika.
Selain membuat kita merasa hangat, ada manfaat lain yang terkandung di balik berpelukan.
Dilansir dari Kompas.com, berpelukan dapat mengurangi depersi hingga menumbuhkan rasa aman.
• Cara Mengungkapkan Perasaan Cinta ke Teman, Jangan Terlalu Nyaman dengan Friend Zone
Berikut manfaat nyata aktivitas berpelukan:
1. Mengurangi kesepian
Ketika kita memeluk seseorang yang dekat, otak akan melepaskan oksitosin.
Okstosin ini terkenal dengan sebutan "molekul ikatan" karena dapat meningkatkan perasaan keintiman dan membantu merangsang ikatan sosial antara dua manusia.
Tingkat oksitosin yang tinggi dapat meningkatkan romantisme, mengurangi perasaan kesepian dan isolasi.
• Nelayan di Pamekasan Diimbau Tak Melaut, Gelombang Tinggi Dampak Fenomena Supermoon
Profesor ilmu saraf kognitif, Brian Hare mengatakan, memeluk seekor anjing pun dapat memberikan manfaat ini.
"Anjing entah bagaimana, bisa menguatkan jalur ikatan oksitosin ini, sehingga hanya dengan melakukan kontak mata, atau bermain-main dan memeluk anjing kita, oksitosin akan naik," katanya.
2. Meredakan kecemasan dan depresi
Selain oksitosin, pelukan dengan seseorang dapat melepaskan dopamin atau hormon bahagia di otak.
• Tim Pendarat Jokowi-Maruf Amin Optimistis Raup 99 Persen Suara di Tuban pada Pilpres 2019
Orang-orang dengan gangguan suasana hati, seperti depresi, biasanya memiliki kadar dopamin yang rendah.
3. Melawan stres