Liga Indonesia

Kabar Ferry Rotinsulu Legenda Hidup Sriwijaya FC usai Gantung Sepatu, Tak Jauh dari Dunia Sepak Bola

Kiprahnya yang menjanjikan di Sriwijaya FC, membuat Ferry Rotinsulu dilirik untuk memperkuat Timnas Indonesia, setahun setelahnya.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Instagram/ferry.rotinsulu
Legenda Hidup Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu 

TRIBUNMADURA.COM - Sriwijaya FC dan Timnas Indonesia pernah memiliki sosok kiper andalan bernama Ferry Rotinsulu.

Ferry Rotinsulu mengawali karier sepak bolanya di Sriwijaya FC pada tahun 2004.

Kiprahnya yang menjanjikan di Sriwijaya FC, membuat Ferry Rotinsulu dilirik untuk memperkuat Timnas Indonesia, setahun setelahnya.

Kini, Ferry Rotinsulu menjadi legenda hidup Sriwijaya FC dan tetap beraktivitas seperti biasa sebagai seorang pesepak bola usai memutuskan untuk gantung sepatu.

Jambret Ponsel di Sampang Diringkus Polisi, Beraksi Menggunakan Sepeda Motor saat Malam Hari

Setelah membuka bisnis bengkel dan kuliner, Ferry Rotinsulu kini kembali ke dunia yang membesarkan namanya.

Ferry Rotinsulu bermain untuk Sriwijaya FC dari tahun 2004 hingga 2013 silam bersama Sriwijaya FC.

Kiper Ferry Rotinsulu terbilang fenomenal, selama itu dia mampu membawa Sriwijaya FC meraih dua gelar Liga I Indonesia 2007-2008, kemudian tiga gelar Piala Indonesia 2008, 2009 dan 2010.

Namun diakhir musim 2013, Ferry Rotinsulu yang mengalami cedera dibagian lututnya, memutuskan untuk rehat karena melakukan pemulihan dan kemudian mundur dari Sriwijaya FC.

Setelah Resmi Dinaturalisasi, Otavio Dutra Boyong Istri dan Anak Jadi WNI untuk Tinggal di Surabaya

Lama tidak merumput, Ferry Rotinsulu tidak kehilangan tempat.

Dia kemudian bermain di Persebaya, dan sempat memperkuat Mitra Kukar, sebelum kemudian memutuskan gantung sepatu.

Tidak lagi aktif, Ferry kemudian aktif berbisnis, namun Ferry Rotinsulu tidak bisa meninggalkan dunia sepak bola yang telah membesarkan namanya.

Ferry kemudian mengambil lisensi C AFC dan kemudian menjadi pelatih kiper di Lampung Sakti, membantu Nova Arianto musim 2018.

Kisah Bernadine Hendrika, Veteran 80 Tahun di Gresik yang Terus Berjuang untuk Mendapatkan Tanahnya

Setelah itu Ferry kemudian kembali ke Palembang, dan melatih tim SSL Payaraman United, dibantu rekannya, Rasyid Irfandi dkk.

Ferry pun tampak sibuk menyeleksi pemain dan kemudian melakukan pembentuk tim untuk mengarungi Liga Remaja SSL U-20.

Rasyid Irfandi yang juga Manajer Tim Payaraman United mengatakan, Ferry dipercaya menjadi pelatih karena dia memiliki lisensi dan pengalamannya sangat dibutuhkan para pemain muda yang berkiprah di SSL.

Warga Kota Batu Bisa Bayar Pajak Bumi Bangunan dengan Sampah, Begini Alur Pembayarannya

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved