Madura United

Pelatih Madura United Ikut Komentari Hasil Mantan Tim Asuhannya Borneo FC: Mungkin Untuk Persiapan

Sebagai mantan pelatih Borneo FC (pertengahan-akhir musim 2018), Dejan Antonic (sekarang melatih Madura United), juga ikut komentari hasil minor tim b

Pelatih Madura United Ikut Komentari Hasil Mantan Tim Asuhannya Borneo FC: Mungkin Untuk Persiapan
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Pelatih Madura United, Dejan Antonic, saat jumpa pers sebelum laga melawan PSS Sleman, Senin (4/3/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SLEMAN – Sebagai mantan pelatih Borneo FC (pertengahan-akhir musim 2018), Dejan Antonic (sekarang melatih Madura United), juga ikut komentari hasil minor tim berjuluk Pesut Etam itu di ajang Piala Presiden 2019.

Setelah takluk 5-0 dari Persija di laga Perdana, Selasa (5/3/2019) lalu. di laga kedua, Jumat (8/3/2019) kemarin, Berneo FC juga harus akui keunggulan PSS Sleman dengan skor 2-0.

Berdasarkan hasil ini, Berneo menghuni dasar klasemen, memupus harapan bisa lolos kebabak selanjutnya. Meskipun menyisakan satu laga lagi hadapi Madura United, Jumat (15/3/2019).

Mulan Jameela Jenguk Ahmad Dhani, Dari Melepas Kangen, Bahas Konser Hingga Makan Pecel Bersama

Mulan Jameela Usai Jenguk Ahmad Dhani Ungkap Kondisi Terkini dari Suaminya

Pelatih Madura United Dejan Antonic Nilai Performa Pemain Trial David Laly: Dia Bisa Lebih Bagus

“Mereka (pemain Borneo FC) anak-anak yang kerja dengan saya musim kemarin (2018). Saya tau anak-anak Borneo anak-anak yang baik, pasti semua mau kerja keras,” terang Dejan, Jumat (8/3/2019).

Sementara tentang hasil minor, disampaikan pelatih asal Serbia tersebut, bisa jadi pelatih Borneo FC saat ini tidak terlalu fokus pada hasil di Piala Presiden. Namun, lebih mematangkan tim untuk Liga 1 2019 nanti.

“Sekali lagi, ini pramusim. Banyak pelatih mungkin cuma ikut Piala Presiden untuk persiapkan timnya ke depan. Mungkin memang ada tim yang fokus 100 persen seperti Madura, tapi saya juga denger ada tim yang hanya ikut untuk persiapan tim ke depan,” terang Dejan.

Peduli Lingkungan, PHRI Lakukan Imbauan Pengurangan Penggunaan Plastik ke Hotel dan Restoran

Anggota DPR RI Bambang Haryo Raih Penghargaan, Aktif Blusukan Sampai Jadi Dewan yang Aspiratif

BMKG Imbau Warga Waspada Potensi Hidrometeorologi, Dapat Picu Berbagai Bencana Alam

Apalagi, diakui Dejan, grup D baginya merupakan grup terberat, karena dihuni tim-tim tangguh. Selain Madura United, ada juara bertahan Piala Presiden 2018 sekaligus Liga 1 2018, Persija Jakarta, PSS Sleman, dan Borneo FC.

“Pasti semua pertandingan berat. Tapi sekali lagi, grup kami yang paling berat, tidak seperti grup lain. Mungkin PSS Sleman kemarin (laga pertama) grogi, karena mungkin ada masalah lain diluar sepakbola. Tapi saya tau kalau suporter ada disini (stadion Maguwoharjo, red), susah sekali curi poin disini,” tambah pelatih 50 tahun tersebut.

Di laga perdana PSS Sleman kala hadapi Madura United, bermain tanpa suporter setianya BCS dan Slemania. Itu terjadi sebagai bentuk tuntutan suporter mereka terhadap manajemen PSS Sleman.

Namun, sehari jelang laga kedua, konflik itu sudah selesai. Hasilnya, di laga kedua BCS dan Slemania kembali penuhi stadion Maguwoharjo. Alhasil, PSS Sleman mendapat hasil positif di laga kedua dengan berhasil taklukkan Borneo FC 2-0.

Hasil itu membuka peluang PSS Sleman lolos kebabak perempat final, dengan syarat di laga terakhir kala hadapi Persija Jakarta (15/3/2019), harus meraih kemenangan. (Khairul Amin)

Penulis: Khoirul Amin
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved