Breaking News:

Berita Probolinggo

PNS di Probolinggo Dibui karena Curi Ponsel Kasi Intel Kejaksaan Negeri

Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan SMPN 1 Kraksaan, Probolinggo Kadaryono (42), dibui.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
ISTIMEWA
ilustrasi pencurian ponsel 

TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan SMPN 1 Kraksaan, Kadaryono (42), dibui.

Pria warga Jalan Letjen Suprapto, Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo itu dibui lantaran ketahuan mencuri ponsel milik Kasi Intel Kejaksaan Negeri Probolinggo, Agus Budianto.

Kini, tersangka masih menjalani serangkaian pemeriksaan di Polres Probolinggo, Kraksaan.

Polisi tidak hanya menahan oknum PNS ini saja, namun juga Holip Purwanto (30), anak tersangka.

Natal dan Tahun Baru, Ratusan Personel TNI/Polri Polres Bangkalan Pelototi Akses Jembatan Suramadu

Anaknya ditahan karena dianggap turut serta dalam aksi pencurian dua ponsel milik Kasi Intel Kejaksaan Negeri Probolinggo tersebut.

Aksi pencurian itu terjadi pada 7 Desember 2018 lalu, saat Kasi Intel atau korban sedang memberikan materi wawasan hukum di SMPN 1 Kraksaan.

Setelah menyampaikan materi di depan siswa SMPN 1 Kraksaan, korban lupa membawa pulang tasnya.

Melihat tas itu tertinggal, tersangka memiliki niat buruk dengan mengambil dan tidak dikembalikan ke korban.

Natal dan Tahun Baru, Polres Bangkalan Musnahkan Ratusan Botol Miras

"Tersangka mengambil tas itu sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi sekolah sudah sepi, hanya tinggal tersangka yang sedang membereskan dan persiapan mengunci semua ruang kelas yang ada," kata Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto, kepada Surya.

AKP Riyanto menjelaskan, selanjutnya, ia membawa tas berisikan dua ponsel dan dompet ini pulang.

Sesampainya di rumah, tersangka memberikan ponsel itu ke anaknya.

Natal dan Tahun Baru, Polres Bojonegoro Musnahkan Knalpot Brong Kendaraan Bermotor

"Dia sebenarnya mengetahui itu tas milik Kasi Intel yang baru saja menjadi pemateri. Tapi, ia tidak berniat mengembalikan dan justru membawanya pulang. Ini masih kami kembangkan kasus ini, kami akan menyelidikinya lebih lanjut," jelas dia.

Di hadapan penyidik pun, tersangka mengaku bahwa ingin membelikan ponsel bagus untuk anaknya.

"Ya ingin memberikan ponsel bagus saja. Saya juga menyesal setelah dampaknya seperti ini," aku tersangka, lirih.

Pasar Kolpajung Pamekasan Sering Bocor dan Banjir, Pedagang dan Pengunjung Mengeluh

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved