Breaking News:

Berita Pamekasan

Apoteker Pamekasan Ungkap Banyaknya Anak-anak & Remaja Salahgunakan Obat Batuk dan Flu Untuk Ngefly

Apoteker Pamekasan Ungkap Banyaknya Anak-anak dan Remaja Salahgunakan Obat Batuk dan Flu Untuk Ngefly.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Ramadian Ketua Ikatan Apoteker Pamekasan saat minta ketegasan tindakan Polres Pamekasan terkait penyalahgunaan obat-obatan, di Aula Polres Pamekasan, Kamis (27/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Beredarnya berbagai jenis obat-obatan yang diduga telah disalah gunakan kalangan remaja di Kabupaten Pamekasan telah menimbulkan perilaku menyimpang.

Ketua Ikatan Apoteker Pamekasan Ramadian mengatakan, sejumlah obat-obatan yang dijual di apotek, seperti obat batuk dan obat flu biasa dibeli dalam jumlah banyak oleh kalangan anak-anak maupun remaja.

"Ironisnya, jenis obat-obatan tersebut penggunaannya disalahgunakan, yakni untuk mabuk-mabukan," ujarnya, kepada Tribunmadura.com, Kamis (27/12/2018) di Aula Polres Pamekasan, saat acara Gi-Leggian, yang digagas Polres Pamekasan bersama pengelola apoteker, toko obat dan penjual jamu di Pamekasan.

Gi-Lenggian Dipilih Polres Pamekasan Untuk Berantas Peredaran Narkoba dan Miras Jelang Tahun Baru

Semula, dari pihak Ikatan Apoteker Pamekasan mendapat laporan dari masyarakat perihal kenakalan remaja. Juga hasil investigasi tentang kelakuan remaja yang menyimpang, karena terpengaruh penyalahgunaan obat.

Mereka, kata Ramadian mengkonsumsinya di tempat kosong dan gelap dibeberapa lokasi yang tidak jauh dari pemukiman warga.

"Dilokasi biasa mereka nongkrong itu, pasti berserakan bungkus bekas obat batuk dan obat flu serta gelas jenis minuman ringan tertentu," tegasnya.

Menurutnya, penyalahgunaan obat terjadi jika konsumsi obat dilakukan tanpa resep dan pengawasan dokter. Selain itu,  mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter namun melebihi dosis yang dianjurkan, serta membeli obat ilegal ataupun membeli obat di tempat yang tidak berizin.

Didominasi Anak, Kekerasan Seksual di 2018 Naik 29 Persen, Korban Kehilangan Pekerjaan & Pendidikan

Ramadian menekankan bahaya penyalahgunaan obat batuk tertentu melebihi dosis akan mempengaruhi susunan saraf pusat. Karena dia punya efek samping yang dirasakan sebagai penenang atau ngefly.

"Itulah yang dirasakan oleh para pengguna, walaupun mereka tidak menyadari efeknya dalam jangka panjang," beber Ramadian.

Selain itu, obat-obat penenang tersebut memiliki efek berbahaya jika disalahgunakan, diantaranya ketergantungan. Selain itu, apabila individu menggunakan obat ini secara berlebihan atau overdosis, dapat menyebabkan depresi pada sistem saraf pusat, lesu hingga koma.

Untuk itu, Ramadian minta polisi bertintas tegas dan terus memberantas peredaran obat secara ilegal yang sangat meresahkan warga Pamekasan.

"Terutama perketat razia ke sejumlah apoteker dan toko obat, penjual jamu yang ada di Pamekasan," pintanya. 

Modus Ubah Daun Jadi Uang Puluhan Juta, Dukun Palsu Asal Probolinggo Akhirnya Kena Batunya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved