Guru Honorer Dimutilasi

Dua Tersangka Pembunuh Budi Hartanto Guru Honorer Dimutilasi Tulis Surat Minta Maaf, Begini Isinya

BREAKING NEWS - Dua Tersangka Pembunuh Budi Hartanto Guru Honorer Dimutilasi Tulis Surat Permintaan Maaf, Begini Isi Lengkapnya

Dua Tersangka Pembunuh Budi Hartanto Guru Honorer Dimutilasi Tulis Surat Minta Maaf, Begini Isinya
TRIBUNMADURA/DIDIK MASHUDI
Aris Sugianto dan Azis Prakoso dua tersangka pembunuh Budi Hartanto Guru Honorer Dimutilasi ketika memperlihatkan surat permintaan maaf dari balik sel tahanan di Kediri, kepada orangtua Budi Hartanto, Kamis (11/7/2019). 

Dua Tersangka Pembunuh Budi Hartanto Guru Honorer Dimutilasi Tulis Surat Permintaan Maaf, Begini Isi Lengkapnya

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Aris Sugianto dan Azis Prakoso, dua tersangka kasus pembunuhan Budi Hartanto guru honorer dimutilasi menulis surat permintaan maaf kepada orangtua dan keluarga korban, Kamis (11/7/2019).

Surat permintaan maaf itu ditulis saat Aris Sugianto dan Azis Prakoso di berkas perkara dan barang bukti yang dilimpahkan penyidik Polda Jatim ke jaksa penuntut umum Kejaksaan Kabupaten Kediri.

Dari balik jeruji sel tahanan, Aris Sugianto dan Azis Prakoso menulis surat.

Isinya, intinya meminta maaf kepada keluarga korban serta mengungkapkan penyesalan atas perbuatannya.

Kedua tersangka pembunuhan Budi Hartanto guru honorer dimutilasi ini juga mengaku terus mendoakan agar korban Budi Hartanto diampuni dosa-dosanya dan diterima semua amal baiknya selama di dunia dan ditempatkan di tempat golongan orang-orang beriman.

Aris Sugianto mengaku sangat menyesal dengan kejadian yang mengakibatkan korban Budi Hartanto meninggal.

"Kami selalu mendoakan almarhum. Kami bacakan tahlil dan doa-doa setelah kami salat," ungkapnya.

Serba Hitam, Begini Penampilan Terbaru Dua Tersangka Pembunuh Budi Hartanto Guru Honorer Dimutilasi

UPDATE Terbaru Kasus MUTILASI di Pasar Besar Malang, Sugeng si Jagal Terancam Hukuman Seumur Hidup

Ketakutan Tak Mau Pergi Ngaji di Rumah Guru, Santriwati ini Ungkap Pengakuan Mengejutkan pada Ibunya

Surat permintaan maaf untuk keluarga almahum dilakukan setelah berkonsultasi dengan tim penasehat hukumnya.

Kemudian tercetuslah inisiatif untuk menulis surat permintaan maaf tersebut.

Halaman
123
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved