Breaking News:

Berita Pamekasan

Angka Stunting di Pamekasan Tertinggi Nomor Dua di Jatim, Pemkab Gelar Rembuk dan Tandatangan Banner

Angka Stunting di Pamekasan Tertinggi Nomor Dua di Jatim, Pemkab Gelar Rembuk Stunting dan Tandatangan Banner.

TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Sekdakab Pamekasan Totok Hartono dan Plt Kadinkes dr Farid Anwar menandatangani kesepatakan penurunan stunting di Pamekasan, Senin (29/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Kasus stunting di Kabupaten Pamekasan Madura masih cukup tinggi.

Prevalensi Stunting Tahun 2013 di Kabupaten Pamekasan tercatat 42,5 persen.

Bahkan, berdasar data Prevalensi Stunting di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur, Pamekasan tercatat menduduki rangking tertinggi nomor 2 setelah Kabupaten Bangkalan.

Sedangkan pada tahun 2018, angka Stunting di Kabupaten Pamekasan menurun menjadi 27,67 persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Totok Hartono saat menggelar acara 'Rembuk Stunting' di Aula Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Senin (29/7/2019).

Acara yang bertema 'Strategi Konvergensi Penurunan dan Penanggulangan Stunting' tersebut merupakan gagasan dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Kesehatan.

Yang tujuannya untuk mengurangi angka Stunting di Kabupaten Pamekasan.

Totok Hartono mengatakan, stunting atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan.

"Global Nutrition Report 2016 mencatat bahwa Prevalensl Stunting di Indonesia berada pada peringkat 108 dari 132 negara," katanya.

Totok Hartono mengutarakan, Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 17 negara yang mengalami beban ganda gizi, baik kelebihan gizi maupun kekurangan gizi.

Sedangkan Di kawasan Asia Tenggara, Prevalensi Stunting di Indonesia merupakan tertinggi kedua, setelah Kamboja.

"Jadi Untuk mengurangi angka Stunting, khususnya di Kabupaten Pamekasan, kami mengadakan rembuk Stunting ini," ujarnya.

Setelah acara 'Rembuk Stunting' selesai digelar, dilangsungkan dengan menandatangani banner. Isinya,  perjanjian untuk bersama-sama komitmen dalam percepatan penurunan stunting dengan strategi konvergensi penanggulangan dan pencegahan stunting di Pamekasan.

Banner ditandangani oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Sekdakab, Totok Hartono, Kadis Kesehatan dan seluruh instansi terkait.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved