Berita Sumenep

Seribu Wanita di Sumenep Terancam Jadi Janda, Pengadilan Agama Beri Penjelasan Soal Kasus Perceraian

Pengadilan Agama Sumenep menerima 1006 kasus perceraian dalam kurun waktu 6 bulan.

Seribu Wanita di Sumenep Terancam Jadi Janda, Pengadilan Agama Beri Penjelasan Soal Kasus Perceraian
eharmony.co.uk
ilustrasi - Seribu Wanita di Sumenep Terancam Jadi Janda, Pengadilan Agama Beri Penjelasan Soal Kasus Perceraian 

Pengadilan Agama Sumenep menerima 1006 kasus perceraian dalam kurun waktu 6 bulan

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Kasus perceraian di Kabupaten Sumenep tahun ini menembus angka 1006 kasus.

Akibat dari tingginya angka perceraian tersebut, ribuan janda dan duda akan bertebaran.

Data dari Pengadilan Agama Sumenep, jumlah kasus perceraian tersebut didapat hanya dalam kurun waktu 6 bulan, Januari - Juni 2019.

Gadis 19 Tahun Kabur saat Diajak Ayah ke Hotel, Terungkap Korban Pernah Diperkosa Sebanyak 50 Kali

"Tahun ini, perkara yang diterima mulai Januari - Juni sebanyak 1006," kata Panitra Muda Permohonan Pengadilan Agama Sumenep, Rahayuningrum kepada TribunMadura.com, Rabu (31/7/2019).

"Sementara yang sudah diputus sebanyak 906 perkara dan yang belum diputus sisanya sebanyak 100 kasus," sambumg dia.

Rahayuningrum menyebut, tahun lalu, Pengadilan Agama Sumenep menerima 20242 kasus perceraian.

Sementara perkara yang diputus sebanyak 11934 dan sisa perkaranya pada bulan November 2018 sebanyak 135 kasus.

Ia mengatakan, faktor penyebab perceraian pasangan ini bervariatif, namun, masih didominasi oleh faktor ekonomi.

Gadis Muda Sidoarjo Diperkosa Ayah Kandung hingga Hamil 8 Bulan, Diancam Tak Diberi Uang Jajan

"Faktor penyebabnya itu bervariatif, di antaranya masalah ekonomi. Ekonomi dalam hal ini masalah nafkah dan lainnya," ujar dia.

"Selain itu, juga ada perselingkuhan. Perselisihan artinya perselisihannya sudah memuncak. Dan ada kasus perkara Kekerasan Dalam Rumah Tanggal (KDRT)," tambah dia.

Ditanyakan bahwa dari 1006 jumlah cerai gugat, pihaknya memgaku jika persentasenya lebih banyak yang cerai gugat (CG) dari pada cerai talak.

"Misalkan persentase persenan, bisa jadi 10 persen itu perkara lain-lain dan sementara 50 persen masuk cerai gugat," katanya.

Jadi Korban Order Fiktif Aplikasi Grab, Pemilik Warung Bebek Temukan Sejumlah Struk Palsu Tercecer

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved