Berita Tulungagung

Jadi Tersangka KPK, Ketua DPRD Supriyono Tetap Dilantik Menjadi Anggota DPRD Tulungagung 2019-2024

Jadi Tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua DPRD Supriyono Tetap Dilantik Menjadi Anggota DPRD Tulungagung 2019-2024.

Penulis: David Yohanes | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/DAVID YOHANES
Ketua DPRD Tulungagung Supriyono (kanan) bersama Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo yang sudah divonis pengadilan Tipikor. 

Jadi Tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua DPRD Supriyono Tetap Dilantik Menjadi Anggota DPRD Tulungagung 2019-2024

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Anggota DPRD Tulungagung periode 2019-2024 terpilih, Supriyono yang saat ini berstatus tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipastikan tetap bisa dilantik bersama Caleg DPRD Kabupaten Tulungagung terpilih lainnya.

Supriyono adalah Ketua DPRD Tulungagung yang pada Pemilu 2019 berhasil mendapatkan suara terbanyak di Kabupaten Tulungagung dengan 10.192 suara dari daerah pemilihan (Dapil) 1 untuk kursi DPRD Tulungagung.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim, Indah Wahyuni usai mendampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dalam rapat persiapan pelantikan Anggota DPRD Jatim terpilih bersama KPU Provinsi Jatim, Senin (19/8/2019).

VIRAL - Pakai Suzuki Satria Brong, Dua Pemuda Tulungagung Terobos Barisan Upacara HUT Kemerdekaan RI

Usai 5 Kali Sabetkan Parang ke Tubuh Aiptu Agus Polsek Wonokromo, Teroris IM Ganti Bacokkan Celurit

Menurut Indah Wahyuni, dalam PKPU nomor 5 tahun 2019 pasal 33 memang menegaskan ketika seorang anggota DPRD terpilih ditetapkan sebagai tersangka maka yang bersangkutan pelantikannya dilakukan penundaan.

Tapi menurut Yuyun, sapaan akrab Indah Wahyuni, di UU no 23 tahun 2014 maupun PP no 12 tahun 2018 tidak mengatur hal tersebut.

"Yang diatur di dalam undang-undang dan PP,  apabila yang bersangkutan setelah dilantik menjadi anggota DPRD jadi terdakwa itu diberhentikan sementara nanti setelah inkrah itu baru diberhentikan tetap. Nah sebelum itu ya tidak ada masalah," ucap Yuyun

Menindaklanjuti hal itu, Yuyun pun mengkomunikasikan dengan pihak KPU, dan memang PKPU tersebut rawan gugatan karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Ahok Sering Disebut Suksesor Risma di Pilkada Surabaya 2020, BTP Akhirnya Beri Jawaban Mengejutkan

Besok Risma Dilantik Jadi Pengurus DPP PDIP, Wali Kota Surabaya ini Bilang Begini terkait Megawati

KPU Kabupaten Tulungagung pun akhirnya mengusulkan agar Supriyono bisa dilantik tanpa penundaan namun dengan catatan.

"Ada catatan, ada surat dari KPU Tulungagung bahwa yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, itu menjadi pertimbangan kami," ucapnya.

Pelantikan Supriyono pun tetap diproses, tapi jika setelah dilantik ternyata KPK menetapkan sebagai terdakwa maka Supriyono akan diberhentikan sementara, dan jika inkrach akan diberhentikan secara tetap.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah menetapkan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono sebagai tersangka, Senin (13/5/2019) malam.

Supriyono diduga menerima uang dari hasil tindak pidana korupsi sebesar Rp 4,88 miliar.

Sebelum menetapan status itu, Supriyono ikut dalam Pemilu 2019 alias Pemilu Legislatif 2019.

Memperebutkan kursi DPRD Tulungagung dari daerah pemilihan (Dapil) 1, Supriyono berhasil mendapatkan suara terbanyak, dengan 10.192 suara.

BREAKING NEWS: KPK Geledah Rumah Karsali, Mantan Asisten Eks Gubernur Jatim Pakde Karwo

KPK Tetapkan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono Jadi Tersangka dalam Kasus APBD 2015 hingga 2018

TERUNGKAP, Teroris yang Serang Markas Polsek Wonokromo Surabaya Anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved