Breaking News:

Berita Bangkalan

Digerebek Polisi, Pengedar Narkoba Bangkalan Melarikan Diri, Sempat Buang Sabu Senilai Ratusan Juta

Satreskoba Polres Bangkalan menggerebek rumah seorang pengedar narkoba di Kecamatan Geger.

ISTIMEWA
ilustrasi - Digerebek Polisi, Pengedar Narkoba Bangkalan Melarikan Diri, Sempat Buang Sabu Senilai Ratusan Juta Rupiah 

Satreskoba Polres Bangkalan menggerebek rumah seorang pengedar narkoba di Kecamatan Geger

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Keheningan malam di alam pedesaan Dabung, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, mendadak berubah gaduh, Senin (19/8/2019) sekitar pukul 21.00 WIB.

Itu setelah Satreskoba Polres Bangkalan menggerebek rumah warga setempat, AM (48).

Bukannya menyerah, tersangka malah kabur dari polisi.

Deretan Mobil Mewah Terparkir di Halaman Pendopo Ronggosukowati saat Pelantikan DPRD Pamekasan

50 Anggota DPRD Bojonegoro Resmi Dilantik, Wajah Orang Lama Mendominasi Kursi Dewan Perwakilan

"Tersangka AM melarikan diri melalui pintu kamar belakang sambil membawa tas plastik berwarna merah muda kombinasi warna biru," ungkap Kasubbag Humas Polres Bangkalan, Iptu Suyitno, Rabu (21/8/2019).

Tak ingin target lepas, sejumlah anggota Satreskoba Polres Bangkalan melakukan pengejaran.

Situasi tersebut menyita perhatian sejumlah tetangga.

"Tersangka tertangkap di belakang rumah tetangga. Tas yang dibawanya dibuang namun kami temukan," jelasnya.

Dari dalam tas plastik itu, polisi menemukan barang bukti berupa narkona jenis sabu seberat total 247,76 gram atau hampir seberat 2,5 ons.

Pelaku Pembunuhan Pengusaha Baju di Madiun Idap Gangguan Kejiwaan, Polisi Sulit Mintai Keterangan

Sabu itu dikemas dalam lima kantong plastik klip dengan berat masing-masing 98,70 gram, 55,11 gram, 50,07 gram, 28,81 gram, dan 15,07 gram.

Iptu Suyitno mengungkapkan, hasil pemeriksaan terhadap AM diketahui bahwa sabu itu akan diedarkan kembali setelah dibeli seharga Rp 180 juta melalui seorang perantara berinisial ML.

"Membeli ke HF, namun masih terbayar Rp 80 juta. Keduanya (ML dan HF saat ini kami tetapkan sebagai DPO," ungkapnya

AM dijerat Pasal 114 (2) Sub 112 (2) Jo Pasal 132 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Hasil tes urine AM positif. Ia terancam pidana minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya. (Surya/Ahmad Faisol)

Pasar Seni Lukis Indonesia Dipastikan Batal Digelar Tahun ini, Panitia Acara Surati Gubernur Jatim

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved