Pilwali Surabaya 2020

Tiga Kandidat Mendaftar Penjaringan Pilwali Surabaya 2020 melalui PDIP yang Berlangsung Tertutup

Tiga kandidat mendaftar dalam penjaringan Pilwali Surabaya 2020 melalui PDI Perjuangan.

Tiga Kandidat Mendaftar Penjaringan Pilwali Surabaya 2020 melalui PDIP yang Berlangsung Tertutup
TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana Mengambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Wali Kota Surabaya ke DPC PDIP Kota Surabaya, Minggu (8/9/2019). 

Tiga kandidat mendaftar dalam penjaringan Pilwali Surabaya 2020 melalui PDI Perjuangan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Whisnu Sakti Buana menjadi orang ketiga yang sudah mengambil formulir pendaftaran dalam penjaringan Pilwali Surabaya 2020 melalui PDI Perjuangan.

Tiga kandidat itu adalah mantan Ketua DPRD Surabaya yang kini menjadi anggota DPRD Jatim, Armuji yang mengambil forum Bakal Calon Wakil Wali Kota.

Lalu, Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana yang mengambil forum Bakal Calon Wali Kota.

Terakhir, Wakil Ketua DPD PDIP Jatim, Eddy Tarmidi yang mengambil forum Bakal Calon Wakil Wali Kota.

Whisnu Sakti Buana Mendaftar Bakal Calon Wali Kota pada Pilwali Surabaya 2020 ke DPC PDIP Surabaya

”Sampai saat ini yang mengambil formulir sudah tiga. Ada Pak Armuji dan Pak Eddy Tarmidi kemarin, dan hari ini Pak Whisnu,” ujar Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono di kantor PDIP Kota Surabaya, Jalan Setail, Minggu (8/9/2019).

Adi Sutarwijono melanjutkan, dalam menjalankan Peraturan PDI Perjuangan Nomor 24 Tahun 2017 tentang Penjaringan Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah, DPC PDIP Kota Surabaya menerapkan penjaringan tertutup.

Menurut dia, pada Pemilu 2019, PDIP Kota Surabaya berhasil memperoleh lebih dari 25 persen kuota kursi DPRD Surabaya.

Adi Sutarwijono menyarankan, jika ada tokoh dari luar partai yang ingin mendaftar melalui PDIP, hendaknya melalui DPD maupun DPP yang juga membuka pendaftaran.

BREAKING NEWS: Kepala Dinas ESDM Jatim Setiajit Daftar Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah Tuban

”Penjaringan ini masih akan berlangsung sampai tanggal 14 September 2019. Kami memastikan tidak ada biaya apapun terkait penjaringan ini, karena bagi PDIP, Pilwali adalah sarana menghasilkan kepemimpinan untuk rakyat, kepemimpinan yang menyejahterakan warga, bukan ajang transaksional politik,” ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved