Kasus Pembunuhan

Dengan Pakai Kucing, Pemuda Gresik ini Bunuh dan Telanjangi Gadis Teman Akrabnya di Kafe Penjara

Dengan Pakai Kucing, Pemuda Gresik ini Bunuh dan Telanjangi Gadis Teman Akrabnya di Kafe Penjara

Penulis: Soegiyono | Editor: Mujib Anwar
Tribunmadura/Soegiyono
Ayub, pelaku pembunuhan teman akrab di Gresik saat ditangkap Polres Gresik, Rabu (11/9/2019). Dengan Pakai Kucing, Pemuda Gresik ini Bunuh dan Telanjangi Gadis Teman Akrabnya di Kafe Penjara. 

"Karena korban masih gerak-gerak, kemudian dilanjutkan membekap dan mencekik kedua kalinya sampai korban meninggal dunia. Setelah itu, korban dilucuti celana dan perhiasannya," imbuhnya.

Setelah mengambil perhiasan dan ponsel korban, pelaku ternyata sempat orgasme dan mengeluarkan spermanya ke tubuh korban sebagai bentuk pelampiasan nafsu birahinya.

Setelah melakukan tindakan bejat dan kejamnya, Ayub keluar dari Kafe Penjara seorang diri dengan mengendarai motor dan membawa tas beserta perhiasan korban ke rumah yang tidak jauh dari kafe tersebut.

Sampai di rumah, pelaku mandi dan sempat ngopi di warkop.

Aksi pembunuhan itu terungkap ketika warga curiga ada seorang diri keluar Kafe Penjara.

Padahal, saat masuk ada dua orang dan bersama seorang cewek.

"Dari kecurigaan itu, warga akhirnya melaporkan ke Polsek. Setelah itu, anggota ke lokasi sambil memanggil pengelola kafe," imbuhnya.

Setelah diselidiki, pada kendaraan milik Ayub, ternyata ada perhiasan, ponsel dan barang-barang milik korban ada di dalam jok motornya.

"Akhirnya, pelaku langsung ditangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan. Tidak sampai tiga jam sudah tertangkap," tegasnya.

Dari tertangkapnya Ayub, polisi langsung mengamankan beberapa barang bukti.

Diantaranya, kandang kucing, cangkul, perhiasan dan motor milik korban.

"Sekarang masih didalami motif pembunuhannya," kata Wahyu, alumnus Akpol 1998.

Dari barang bukti tersebut, rencananya korban akan dikubur di dalam area Kafe Penjara menggunakan cangkul tersebut.

"Korban digeletakan di pos penjagaan samping pintu gerbang dalam karung sak sambil dibubuhi serbuk kopi. Kemudian akan dikubur di area kafe itu, tapi terburu tertangkap," imbuhnya.

Sementara, pengakuan Ayub, mengatakan bahwa nekat merampas perhiasan Nisa'a karena terbelit hutang sekitar Rp 5 Juta.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved