Pasangan Sukses ini Luapkan Penyesalan, Anaknya Meninggal dalam Tidur, Imbau Para Orang Tua Soal ini

Hal tersebut terjadi setelah baru-baru ini mereka menderita kehilangan yang tak pernah diduga ketika anak laki-lakinya meninggal dalam tidurnya.

Editor: Aqwamit Torik
Kolase TribunMadura.com (Sumber: Istimewa dan J.R. Storment via People)
Pasangan suami istri menyarankan kepada para orang tua untuk memprioritaskan waktu bersama anak-anak mereka setelah baru-baru ini mereka menderita kehilangan yang tak terbayangkan ketika harus melihat anaknya meninggal dalam tidurnya 

Jika kamu adalah orang tua dan mempunyai banyak waktu untuk dihabiskan bersama anak, lakukanlah," lanjutnya.

Storment memulai kisah sedihnya, yang diunggah Selasa lalu hingga menjadi viral, dengan mengungkapkan bahwa pada bulan yang sama dia menyambut kelahiran anak-anaknya 8 tahun yang lalu, dia juga mendirikan perusahaan analisis keuangannya di waktu yang sama.

3 Pria di Surabaya Asyik Berbuat Dosa di Toilet Masjid, Polisi Warga Ramai2 Dobrak Pintu Beri Karma

Sopir Mobil Innova yang Terlibat Kecelakaan Maut di Jalan Nganjuk-Madiun Positif Konsumsi Pil Koplo

Jangan Biasakan Menaruh Ponsel di Samping Bantal Saat Tidur, Bisa Picu Sakit Otak Hingga Tumor

Perusahaan itu diakuisisi tiga bulan lalu, dan sekitar tiga minggu lalu, Storment mengatakan dia mengetahui berita dahsyat bahwa ia harus kehilangan anak laki-lakinya.

"Ketika saya mendapat telepon, saya duduk di ruang rapat dengan 12 orang di kantor Portland kamu membicarakan tentang kebijakan PTO," kenangnya.

"Beberapa menit sebelumnya, saya mengatakan bahwa dalam 8 tahun terakhir saya tidak akan mengambil cuti lebih dari seminggu," ujarnya.

"Saya dan istri saya sepakat bahwa ketika salah satu dari kami menelepon, yang lain harus menjawab.

Jadi ketika telepon berdering saya segera berdiri dan berjalan ke pintu ruang rapat," lanjut Storment.

Panggilan telepon itu "dingin dan langsung", Storment mengenang, dan setelah mendengar putranya meninggal dia langsung berlari keluar pintu kantor membawa kunci mobil dan berjalan cepat tanpa mempedulikan sekitar ke seberang jalan.

Sementara itu, setelah memberi tahu suaminya, Brandes fokus menelepon 911 dan memberi tahu Oliver apa yang terjadi.

"Saya tahu saya punya waktu 4 menit untuk menjelaskan kepada Oliver bahwa sahabatnya telah meninggal dan 15 orang akan datang ke rumah," tulisnya.

"Saya memintanya untuk memilih tempat dimana dia merasa aman," lanjut Brandes.

Pasangan ini menceritakan secara detail kekacuan termasuk terak mereka yang "dikemas dengan peralatan darurat," penerima respon pertama mencoba membuka pintu masuk dengan alat karena tidak bisa melihat Wiley selama hampir 3 jam di tengah potensi investigasi TKP, dan menghibur Oliver.

"Mereka membenarkan kematian anak kami setelah menggunakan alat kejut jantung dan perlahan-lahan mengembalikan peralatan mereka kembali ke ambulan karena seluruh peralatan yang dibawa tidak bisa menyelamatkan nyawa anak saya," kenang Brandes sedih.

Setelah penyelidikan selesai, mereka akhirnya bisa melihat putra mereka dalam momen menyedihkan yang diingat oleh Brades dan Storment sebagai hal yang memilukan.

"Ketenangan yang menakutkan menghampiriku. Saya berbaring di sebelahnya di tempat tidur yang ia sukai, memegang tangannya dan terus mengulangi, 'apa yang terjadi, sobat? apa yang terjadi?'" kenang Storment.

Halaman
123
Sumber: Suar.id
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved