Berita Surabaya

Massa Desak Pemerintah Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Gelar Demo di Gedung DPRD Jatim

Sejumlah massa dari berbagai elemen masyarakat menggeruduk Gedung DPRD Jatim, ini tuntutan mereka.

Massa Desak Pemerintah Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Gelar Demo di Gedung DPRD Jatim
TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Sejumlah massa melakukan aksi di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Kota Surabaya, Selasa (17/9/2019). 

Sejumlah massa dari berbagai elemen masyarakat menggeruduk Gedung DPRD Jatim, ini tuntutan mereka

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Masa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Yayasan Arek Lintang (Alit) Surabaya, Fatayat, Gusdurian, Arek Feminis, dan elemen-elemen masyarakat lainnya, menggeruduk Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Kota Surabaya, Selasa (17/9/2019).

Mereka mendesak agar pemerintah segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) sebelum masa jabatan DPR RI periode ini habis.

"Dalam KUHP hanya ada dua bentuk kekerasan seksual yang diakomodasi padahal nyatanya ada 15 bentuk kekerasan seksual," ucap orator.

Angka Laka di Perlintasan Kereta Wilayah PT KAI Daop 7 Madiun Turun, Perlintasan Liar Banyak Ditutup

"Di RUU PKS ada 9 yang diakomodasi, maka kami berharap RUU PKS ini segera disahkan," sambung dia.

Para pengunjuk rasa yang mayoritas mahasiswa tersebut, ditemui oleh Ketua Fraksi PKB Jatim, Anik Maslachah dan anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDIP, serta Wakabid Perempuan dan Anak DPD PDIP Jatim, Erma Susanti.

Di depan pengunjuk rasa, baik Anik Maslachah dan Erma Susanti menjelaskan panjang lebar bahwa baik PKB maupun PDIP menyetujui agar RUU PKS segera disahkan.

Menurut mereka, PKB dan PDIP di Jatim pun sudah mengkomunikasikannya dan menyalurkan aspirasi dari Jawa Timur ke DPR RI.

Namun, para pengunjuk rasa tidak terima dan ingin bertemu dengan perwakilan dari PKS, PAN, dan PPP.

Toyota New Calya Resmi Dikenalkan di Surabaya, Berikut Desain dan Keunggulan Mobil Line Up MPV

"Buat apa kita bertemu dengan PKB dan PDIP yang sudah sepemikiran dengan kita?" teriak orator.

"Kita ingin bertemu dengan PAN dan PKS yang menentang pengesahan RUU PKS," tambah dia.

Para pengunjuk rasa pun memaksa untuk masuk ke Gedung DPRD Jatim agar bisa bertemu dengan Fraksi PAN dan PKS.

"Mereka lah sarang pelaku kekerasan seksual, mereka menolak agar kedok mereka tidak terbongkar," ucap orator.

Polres Malang Kota Bekuk 8 Pelaku Curanmor Meresahkan, 46 Kendaraan Berhasil Dikembalikan ke Korban

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved