Berita Surabaya

Perang Antar Geng di Surabaya Pecah: Jawara Kampung Vs All Star, 1 Remaja Jadi Sansak Hidup 10 Orang

Perang Antar Geng di Surabaya Meletus: Jawara Kampung Vs All Star, 1 Remaja Jadi Sansak Hidup 10 Orang

Penulis: Willy Abraham | Editor: Mujib Anwar
Net
Ilustrasi - Perang Antar Geng di Surabaya Meletus: Geng Jawara Kampung Vs Geng All Star, Satu Remaja Jadi Sansak Hidup 10 Orang dan Disekap di Gresik. 

Kedua orang tua NF pun khawatir. Dia menelepon anak laki-lakinya itu dan masih direspon.

"Katanya iya pulang masih di Jalan Rajawali perjalanan pulang bawa motor sendiri," kata Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha, Jumat (27/9/2019).

Hingga tengah malam, orang tua korban hanya bisa harap-harap cemas.

Sebab, anaknya itu tidak kunjung pulang. Bahkan hingga larut malam, suara motor yang dikendarai anaknya itu tidak terdengar.

Janji NF untuk pulang ternyata tidak kunjung terpenuhi.

Orang tuanya setia menunggu hingga keesokan harinya.

"Mereka telepon korban tapi sudah tidak aktif," terang Giadi.

Mereka berusaha menanyakan keberadaan anak laki-lakinya itu kepada teman-teman NF.

Namun, tidak ada yang mengetahui keberadaan NF.

Hingga akhirnya mereka mendapati sebuah video di media sosial. Di dalam video itu, mereka melihat sendiri buah hatinya dipukuli berulang kali oleh sekelompok pemuda.

Tidak diketahui, dimana lokasi pengeroyokan itu.

"Mereka membawa video itu lapor ke Polisi," terangnya.

Pihaknya langsung bergerak mencari keberadaan NF.

Kemudian, lokasi penganiayaan itu diketahui berada di wilayah Menganti, Gresik. NF ditemukan dalam bangunan kosong.

Dia disekap disana, dijadikan samsak hidup.

"Total ada sembilan orang kita amankan, satu orang lagi masih buron," tegas Lulusan Akpol 2012 ini.

Giadi menjelaskan, bahwa penyekapan yang dialami NF adalah puncak dari perselisihan antar dua geng itu.

Geng yang terdiri dari para remaja itu, mendapati NF di jalan dan bertemu kelompok Jawara Kampung atau yang biasa disingkat KP Jawara.

NF yang seorang diri mengendarai sepeda motor itu dihajar. Mereka membabi buta mengeroyok NF.

"Pertama dikeroyok di Krembangan, kemudian Simo Gunung dan Banyu Urip," kata Giadi.

NF dihajar habis-habisan di tiga lokasi itu.

Kemudian, pada keesokan harinya korban dibawa menuju Menganti Gresik. Disana selain disekap, juga dihajar lagi oleh mereka.

Sepeda motor yang dikendarai NF raib, entah kemana.

Sementara sembilan orang berhasil diamankan dan satu orang buron, dalam pengejaran polisi.

Sejumlah barang bukti turut diamankan.

"Tujuh diantaranya masih bocah, mereka ikut mengeroyok korban ini karena perselisihan antar geng," tutupnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved