Berita Madiun

PLN Tanggapi Soal Pemasangan Tiang Listrik di Sawah Petani Madiun, Humas: Berhak Pakai Lahan Warga

Sejumlah petani di Desa Kaibon Kabupaten Madiun mengeluhkan adanya pemasangan tiang listrik PLN tanpa izin.

TRIBUNMADURA.COM/RAHADIAN BAGUS
Tiang beton milik PLN yang akan digunakan sebagai pemancang kabel listrik di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Selasa (19/11/2019) 

Sejumlah petani di Desa Kaibon Kabupaten Madiun mengeluhkan adanya pemasangan tiang listrik PLN tanpa izin

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Pemasangan tiang beton untuk pemancang kabel listrik di areal milik warga harus mendapat izin atau persetujuan dari pemilik lahan.

Begitu juga pemasangan tiang di areal persawahan di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Humas PLN UP3 Madiun, Bintara Toa Situmorang mengatakan, secara aturan, PLN berhak menggunakan lahan pribadi masyarakat untuk pemasangan tiang listrik.

BREAKING NEWS - Istri Napi Terorisme Umar Patek Resmi jadi Warga Negera Indonesia, Ada Kepala BNPT

Petani di Madiun Mengamuk, Dapati Lahan Sawahnya Dipasang Tiang Listrik Milik PLN Tanpa Izin

Sebab, menurut dia, pemasangan tiang PLN bertujuan untuk kepentingan publik.

Namun, kata Bintara, pemasangan tiang beton untuk kepentingan penyaluran listrik ini harus mendapatkan izin dari pemilik lahan.

Masyarakat setempat diajak bermusyawarah sebelum tim teknis dari PLN memasang tiang listrik, untuk menghindari konflik di kemudian hari.

"Makanya ditemukan dulu permohonan awalnya. Sampai melewati lahan itu, sebenarnya itu siapa.

Karena biasanya itu dibuat kalau ada tanda tangannya," kata dia saat dihubungi, Selasa (19/11/2019).

Desa Sangat Rawan Dominasi Lokasi Pilkades Serentak, Polres Sampang Terjunkan Lebih Seribu Personel

Bintara mengatakan, tahap pemasangan tiang beton berawal pengajuan warga yang ingin dialiri listrik.

Setelah ada permintan, pihak PLN akan turun ke lapangan untuk menentukan lokasi.

Lokasi yang akan dipasangi tiang PLN ditentukan warga yang mengajukan, namun harus sesuai standar khusus dari PLN.

Selain itu, jarak dan jenis tanah juga menjadi pertimbangan sebelum PLN memasang tiang.

"Seharusnya ada musyawarah dulu. Siapa yang berkebaratan. Itu bisa dikomunikasikan," ujar Bintara.

Warga Penasaran Sudarmi Masuk Kamar Mandi Rumah Anaknya, Kaget Lihat Posisinya setelah Dobrak Pintu

Dia juga menjelaskan bahwa, PLN tidak berkewajiban memberi kompensasi atau ganti rugi bagi warga yang lahannya dipasangi tiang PLN.

Sesuai dengan aturan, pemberikan kompensasi hanya diberikan pada pemasangan tower.

"Yang mendapatkan kompensasi itu seperti pemasangan tower. Kalau pemasangan tiang listrik itu tidak," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua petani di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, mengeluh karena ada 13 tiang beton milik PLN berdiri di lahan mereka.

Belasan tiang beton milik PLN itu dipasang tanpa seizin mereka. (rbp)

Modus Komplotan Pembobol Uang Nasabah Bank di Bojonegoro Terungkap, Pelaku Dapat Hadiah Timah Panas

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved