Berita Tulungagung

Tulungagung Diterpa Musim Kemarau Panjang, Puluhan Hektare Lahan Padi Petani Dinyatakan Puso

Lahan padi di Kabupaten Tulungagung yang puso akibat musim kemarau panjang mencapai puluhan hektare.

Penulis: David Yohanes | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/DAVID YOHANES
Kondisi sawah di Kecamatan Kota, Kabupaten Tulungagung, yang kering selama kemarau panjang, Kamis (21/11/2019). 

Lahan padi di Kabupaten Tulungagung yang puso akibat musim kemarau panjang mencapai puluhan hektare

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Selama musim kemarau panjang 2019, terjadi kekeringan pada awal musim tanam kedua, di lahan seluas 247 hektar.

Dari jumlah itu, 20 hektare di antaranya dinyatakan puso alias gagal panen

Lahan padi yang mengalami puso berada di wilayah Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung.

Curiga Alarm Ponsel Tak Berdering, Pria Blitar Terbangun dari Tidur, Kaget Lihat Jendela Rumahnya

“Area yang puso itu perhitungan akhir September hingga saat ini,” kata koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian Tulungagung, Gatot Rahayu.

Sebelumnya pada masa tanam April-September, telah terjadi puso seluas 31 hektar, dari 125 hektar lahan yang kekeringan.

Sehingga jika diakumilasi, total area pertanian yang puso seluas 51 hektar.

Menurut Gatot, pemicu puso ini salah satunya perilaku petani yang tidak mau mengikuti saran petugas penyuluh di lapangan.

“Misalnya sudah diperingatkan air sangat minim, kami sarankan untuk beralih ke tanaman palawija. Tapi tetap ngotot menanam padi,” terang Gatot, kamis (21/11/2019).

Produktivitas Terus Digenjot, Sebanyak 500 Hektar Lahan Padi di Kabupaten Sampang Gagal Tanam

Sikap petani itu salah satunya karena status lahan yang berupa lahan sewa.

Harapannya dengan menanam padi, mereka lekas balik modal atau mendapat keuntungan.

Sebab jika menanam palawija, lebih banyak membutuhkan pemeliharaan dan hasilnya diaggap kurang menguntungkan dibanding padi.

Masih menurut Gatoto, lahan yang mengalami kekeringan mempunya irigasi semi teknis.

Saat musim hujan air di area persawahan bisa diatur. Namun saat musim kemarau, air sulit dialirkan ke area ini.

Masuki Panen Raya, Petani di Pamekasan Keluhkan Hasil Padi yang Rusak hingga 50 Persen Akibat Hama

“Tambahan yang puso 20 hektar adalah di Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo. Sebenarnya area yang kekeringan setiap tahun selalu sama,” sambung Gatot.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved