Berita Sampang

Harga Garam di Sampang Madura Murah, Petani Ogah Jual Hasil Produksinya pada Musim Panen ini

Petani garam di Kabupaten Sampang memilih untuk menyimpan hasil panen garamnya dibanding menjualnya pada musim ini.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Petani garam saat panen di Desa Aeng Sareh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Minggu (24/11/2019). 

Petani garam di Kabupaten Sampang memilih untuk menyimpan hasil panen garamnya dibanding menjualnya pada musim ini

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Petani garam di Kabupaten Sampang, Madura, terpaksa menyimpan sejumlah stok garam produknya.

Para petani garam Kabupaten Sampang memilih untuk menyimpannya, lalu dijual kembali pada musim panen berikutnya.

Petani garam asal Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang, Liasmat mengaku, tidak ingin memaksakan untuk menjual hasil taninya pada musim ini.

Viral di Facebook, Pengendara Mobil Ditolak Petugas SPBU saat Mau Isi BBM Karena Memuat Ternak Sapi

Kelengkapan Buku di Perpustakaan Daerah Sampang Dikeluhkan, Pengunjung Diminta Tulis Surat Saran

Jika memaksakan untuk menjualnya musim ini, ia khawatir garam produknya akan turun harga.

"Lebih baik saya simpan dan akan dijual di tahun depan atau musim selanjutnya," ujarnya kepada TribunMadura.com, Minggu (24/11/2019).

Meenurutnya, penyimpanan garam tersebut merupakan solusi yang sudah biasa dilakukan oleh petani garam di Kabupaten Sampang.

Garam-garam tersebut akan disimpan di dalam gudang yang terletak satu kawasan dengan tambak garam.

Bagi petani garam yang tidak memiliki gudang, memilih penyimpan hasil taninya di ruang terbuka.

Namun, garam-garam itu ditutup menggunakan terpal dan batang tanaman padi.

Kronologi KMP Bini Andika Tenggelam di Pulau Masalembu, Ditabrak Kapal Lain hingga Keadaan Nelayan

12 Nelayan Korban Selamat Kapal Tenggelam di Sumenep Dievakuasi ke Pelabuhan Masalembu

Petani garam saat panen di Desa Aeng Sareh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Minggu (24/11/2019).
Petani garam saat panen di Desa Aeng Sareh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Minggu (24/11/2019). (TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA)

"Tujuannya agar garam kondisinya stabil dan tidak meleleh jika langsung terpancar oleh sinar matahari serta terkena air hujan," jelas Liasmat.

Hal senada disampaikan oleh petani asal Desa Apaan, Musari.

Ia mengaku juga melakukan hal yang sama karena harga garam pada musim ini tak kunjung naik.

"Harga saat ini murah, apalagi sudah jarang untuk bisa laku," ungkapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved