Breaking News:

Berita Jember

Gara-Gara Rebutan Pohon Sengon, Dua Warga Jember Terlibat Cekcok hingga Berujung Saling Bacok

Rifai (49) dan Parman (60) mengalami luka bacok setelah berkelahi gara-gara rebutan pohon sengon.

www.pulse.ng
ilustrasi - Gara-Gara Rebutan Pohon Sengon, Dua Warga Jember Terlibat Cekcok hingga Berujung Saling Bacok 

Rekan tersebut, menurut penuturan Kristian kepada polisi, curhat bahwa kekasihnya disekap oleh korban.

Keterangan ini merupakan penjelasan sepihak dari tersangka. Polisi masih mencari tahu soal kebenarannya.

"Mendengar cerita itu, tumbuh rasa emosi. Seolah-olah rasa solidaritas," kata Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, saat rilis tangkapan, Rabu (23/10/2019).

"Tersangka lalu mengajak rekannya ke mereka yang menyekap. Tapi rekannya takut dan tidak mau," sambung dia.

Tersangka akhirnya berangkat bersama rekannya yang lain ke rumah orang yang dituduh menyekap itu naik motor berboncengan.

Seperti pembacokan-pembacokan sebelumnya, Kristian memakai masker dan membawa parang.

AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, korban sedang berkumpul bersama teman-teman sebayanya ketika tersangka sampai di tempat kejadian perkara.

Kata AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, mereka rata-rata berusia di bawah umur.

"Begitu sampai ke pekarangan rumah, parang dikeluarkan, dan tersangka menyerang membabi buta. Semua sasaran menjadi target," ungkap AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

"Melihat perilaku tersangka, orang-orang yang berkumpul lari. Tinggal korban yang akhirnya dianiaya," tambah dia.

Tersangka membacok korban tiga kali hingga luka parah di bagian tangan kanan dan perut.

Saat akan membacok lagi, parang yang dipegang tersangka copot dari gagangnya.

Sebelum pergi, tersangka sempat mengambil telepon genggam yang ada di sana.

Polisi, kata AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, langsung memburu tersangka setelah menerima laporan pembacokan itu.

Tersangka ditangkap 6 jam setelah kejadian di Kecamatan Durenan.

Polisi menghadiahi tersangka peluru yang disarangkan di kaki kanan.

Menurut AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, penembakan dilakukan karena tersangka berusaha melawan.

"Tersangka sudah melakukan lima kali kejahatan yang sama. Empat kasus sebelumnya dilakukan di Tulungagung," tutur dia.

Polisi mengamankan barang bukti antara lain, parang tanpa gagang, masker, ponsel, dan motor.

Tersangka dikenai pasal 2 ayat (1) UU RI No.12/Drt/1951 Jo pasal 76 C Jo pasal 80 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.

"Ancaman hukuman 10 sampai 20 tahun penjara," ujarnya. (aflahulabidin)

Banyak Tambak Udang di Sumenep Madura yang Belum Kantongi Izin, Hanya 6 yang Dinyatakan Legal

Selebaran Isi Hujatan kepada Bupati Ahmad Dawami Hebohkan Warga Madiun, Tersebar di Sejumlah Titik

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved