Demi Diskon saat Beli Emas PT Antam, Pengusaha Surabaya Super Kaya ini Ketipu Lebih Setengah Triliun

Demi Diskon saat Beli Emas PT Antam, Pengusaha Surabaya Super Kaya ini Malah Tertipu Lebih dari Setengah Triliun

Penulis: Syamsul Arifin | Editor: Mujib Anwar
Kolase Surya.co.id dan Kompas
Demi Diskon saat Beli Emas PT Antam, Pengusaha Surabaya Super Kaya ini Malah Tertipu Lebih dari Setengah Triliun 

Demi Diskon saat Beli Emas PT Antam, Pengusaha Surabaya Super Kaya ini Malah Tertipu Lebih dari Setengah Triliun

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Diskon seringkali membuat seseorang, baik orang miskin maupun pengusaha kaya raya tertarik membeli suatu barang, yang menarik hati dan menguntungkan.

Demikian juga dengan pengusaha Surabaya super kaya ini.

Karena diskon, dia rela merogoh kocek kekayaannya hingga triliunan rupiah untuk membeli ribuan kilo emas dari PT Antam dan akhirnya menjadi korban penipuan.

Si pengusaha Surabaya super kaya tersebut bernama Budi Said.

Melalui broker PT Antam, Budi Said membeli emas seberat 7.071 kilogram (kg) atau dengan nominal mencapai sekitar Rp 3,5 triliun.

Pembelian emas itu dilakukan Budi Said melalui broker PT Antam Eksi Anggraeni.

Pengusaha Surabaya super kaya ini tertarik membeli emas tersebut lantaran tergiur program potongan harga yang dijelaskan oleh Eksi Anggraeni.

Namun, dari total berat emas yang disepakati 7.071 kg, ternyata Budi Said hanya menerima 5.935 kg.

Sedangkan selisihnya seberat 1.136 kg tidak pernah diterima Budi Said dari Eksi Anggraeni.

Padahal, uang kadung diserahkan ke PT Antam. 

Setelah melakukan pembayaran melalui transfer secara bertahap, kekurangan emas yang dibeli tidak kunjung diterima oleh Budi Said.

Akibat tidak ada pengiriman emas lagi, Budi Said merasa ditipu dan selanjutnya mengirim surat ke PT Antam Cabang Surabaya.

Surat itu tidak pernah dibalas. Sehingga berkirim surat ke PT Antam Pusat di Jakarta.

Anehnya, PT Antam pusat menyatakan tidak pernah menjual emas dengan harga discount.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved